Ratusan Orang di Kabupaten Malang Terserang DBD, Lima Orang Meninggal Dunia

Dinkes Kab Malang cegah penyebaran DBD lakukan penyemprotan agar nyamuk Aedes Aegypti tidak berkembang biak. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa.
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Malang sepanjang tahun 2022 ini, jumlahnya sudah mencapai 383 orang penderita, yang tersebar di 33 kecamatan. Dan dari jumlah penderita DBD tersebut, ada lima orang yang meninggal dunia. Sedangkan jumlah penderita DBD tersebut berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten setempat.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinkes Kabupaten Malang Mursyidah, Rabu (15/6), kepada wartawan mengatakan, warga Kabupaten Malang yang terserang DBD sejak bulan Januari-Mei 2022 mencapai 383 orang. Sedangkan dari jumlah penderita DB tersebut lima orang diantaranya meninggal dunia. Sedangkan ada lima kecamatan yang memiliki jumlah kasus DBD yang yang menjadi perhatian Dinkes, yakni Kecamatan Lawang terdapat 30 kasus, Pakisaji 40 kasus, Kepanjen 35 kasus, Turen ada 34 kasus, dan Kecamatan Ngajum 19 kasus.

“Dari jumlah kasus DBD di Kabupaten Malang, ada lima orang yang meninggal dunia, seperti di wilayah Kecamatan Lawang 1 orang, Ngajum 2 orang, dan di wilayah Bululawang 2 orang. Sehingga hal itu menjadi perhatian Dinkes untuk melakukan penangananan agar DBD tidak meluas,” ujarnya.

Oleh karena itu, Mursyidah menegaskan, bahwa dirinya mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan menggalakkan program 3M. Pertama, menguras (membersihkan) bak mandi, vas bunga, tempat minum binatang peliharaan, atau tatakan dispenser. Kedua, menutup rapat Tempat Penampungan Air (TPA). Dan yang ketiga, menyingkirkan atau mendaur ulang barang bekas seperti botol plastik,dan kaleng bekas, hal itu untuk mencegah penyebaran penyakit DBD.

“Dengan upaya masyarakat bersama-sama menjalankan 3M, maka untuk mencegah terserangnya DBD. Karena untuk mencegah penyakit tersebut harus

menjaga lingkungan, serta penerapkan PHBS yang baik, sehingga penyebaran DBD dapat di minimalisir,” tuturnya.

Berdasarkan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (RI), ada beberapa langkah pencegahan sederhana yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit DBD. Seperti memasang kelambu pada tempat tidur maupun jendela, menerapkan program 3M, yaitu menguras, menutup, serta mendaur ulang, memperbanyak konsumsi vitamin C, memperoleh vaksin dengue setelah berkonsultasi dengan dokter. Karena dengan menerapkan beberapa langkah tersebut,

Hal itu merupakan kunci penting dalam meminimalisir kemungkinan seseorang terpapar DBD selama musim penghujan seperti saat ini.

Dan apabila mengalami gejala penyakit demam berdarah seperti demam tinggi, mual, dan muncul ruam atau bintik merah dalam tubuh, segera periksakan diri ke dokter atau tenaga kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Dan tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Membatasi Mobilisasi (5M)

ketika beraktivitas dan bersegera dalam mendapatkan vaksinasi dosis primer dan dosis lanjutan (Booster) untuk meminimalisir hospitalisasi, kematian, serta kemungkinan terburuk dari paparan Covid-19. [cyn.bb]

Tags: