Ratusan Pelajar Tulungagung Belajar Manusia Purba

Panitia pameran menjelaskan pada para pelajar yang datang berkunjung tentang replika tengkorak manusia purba, Selasa (25/2).

Tulungagung, Bhirawa
Sejumlah siswa-siswi SMA di Tulungagung, Selasa (25/2), datang ke GOR Lembupeteng. Kedatangan para siswa untuk melihat dan belajar bersama-sama tentang keberadaan manusia purba yang pernah hidup di Sangiran Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Sebagian dari mereka bahkan takjub dengan sejarah manusia purba yang saat itu ditampilkan di layar dalam GOR Lembupeteng. ”Jadi semakin bertambah pengetahuan tentang manusia purba,” ujar Alfa, pelajar Kelas X IPS 4 SMAN 1 Kauman.
Teman – teman Alfa juga mengatakan hal yang sama. Mereka pun tak ketinggalan mengabadikan pula beberapa benda purbakala yang dipamerkan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran dengan kamera telepon selulernya masing-masing.
Beberapa koleksi BPSMP Sangiran yang dipamerkan kemarin di antaranya, gigi ikan hiu purba, fosil buaya purba, gading gajah purba, kepala kerbau purba dan replika tengkorak manusia purba. Selain juga dipamerkan patung sekelompok manusia purba Homo Erectus.
Menurut Guru Sejarah SMAN 1 Kauman, Tety Rusmianah, yang mendampingi siswanya di pameran yang bertajuk Pameran Purbakala Situs Sangiran itu mengungkapkan sengaja mengajak siswa-siswinya ke pameran untuk lebih memperkaya pengetahuan mereka tentang benda kepurbakalaan. Terlebih pameran serupa tidak setiap waktu ada di Tulungagung.
“Pameran ini kami manfaatkan untuk belajar di luar kelas. Anak-anak selain dapat melihat sendiri benda purbakala yang dipamerkan, juga kami beri tugas untuk memotret dan mewawancarai terkait benda yang dipamerkan. Nanti dibuat semacam resume,” paparnya.
Rety menjelaskan, pameran purbakala situs Sangiran sangat mendukung pembelajaran di SMA. Masalahnya, di kelas X SMA dipelajari juga tentang kepurbakalaan.
Sementara itu, penanggungjawab Pameran Purbakala Situs Sangiran, Wiwit Hermanto, menyatakan Tulungagung menjadi kota pertama di Jatim yang diseleggarakan pameran oleh BPSMP Sangiran pada tahun 2020. Dipilihnya Tulungagung karena di Kota Marmer itu juga terdapat situs manusia purba Wajakensis.
“Kami ingin dengan kegiatan pameran dapat mengedukasi pengunjung atau masyarakat utamanya para pelajar agar lebih mengenal dan mencintai cagar budaya yang begitu besar,” katanya.
Wiwit Hermanto lantas membeberkan, jika Sangiran menyumbang 50% situs manusia purba homo erectus di dunia. ”Jadi sumbangsih Sangiran pada dunia 50 persen,” tandasnya.
Rencananya, Pameran Purbakala Situs Sangiran di GOR Lembupeteng Kota Tulungagung akan berakhir pada Jumat (28/2) mendatang setelah dibuka pada Senin (24/2) lalu.
Selain banyak dikunjungi pelajar tingkat SMA, para pelajar SD dan SMP di Tulungagung juga tidak ketinggalan mengunjungi pameran tersebut. Terlebih panitia pameran menyediakan pula sejumlah hadiah menarik bagi pemenang kuis berupa kaos, buku dan souvenir menarik lainnya. [wed]

Tags: