Ratusan Pengemudi MPU Keluhkan Uji KIR di Luar Kota

Para sopir MPU Kota Batu mencoba bersabar untuk tetap menjalankan rutinitas di Terminal Kota Batu.

Kota Batu, Bhirawa
Ratusan pemilik dan pengemudi Mobil Penumpang Umum (MPU) di Kota Batu mengaku resah. Hal ini berkaitan dengan Kebijakan Uji Berkala Kendaraan Bermotor atau biasa disebut Uji KIR tidak lagi dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jatim. Karena hingga saat ini Kota Batu masih belum memiliki tempat Uji KIR sehingga para sopir MPU ini harus Uji KIR ke luar kota.
Ketua Aliansi Pengemudi Mobil Penumpang Umum (APMPU) Kota Batu, Heri Junaedi mengatakan bahwa untuk melakukan Uji KIR anggotanya harus mendatangi Uji Kir Karanglo, Kabupaten Malang, atau Uji KIR di Gadang yang dikelola oleh Pemkot Malang.
“Namun demikian kita merasa dianak tirikan ketika mengurus Uji KIR di Kabupaten Malang atau Kota Malang. Banyak MPU kita yang dinyatakan TL alias Tidak layak. Makanya banyak anggota kita yang memilih Uji KIR di Pasuruan,” ujar Heri Junaedi, Minggu (17/2).
Alasan pengemudi memilih uji KIR di Pasuruan ini karena pelayanan sangat baik. Meskipun agak jauh, para sopit MPU ini mengaku pelayanan di Pasuruan lebih baik. “Begitu selesai pemeriksaan, buku KIR-nya selesai dan bisa langsung kita terima. Jadi kita tidak usah bolak balik lagi,” tambah Heri.
Masalah ini kini menjadi keluh kesah para pengemudi MPU di Kota Batu. Diketahui saat ini MPU di Kota ini berjumlah 350 armada yang terbagi dalam 9 jalur. Selain mengeluhkan buruknya pelayanan, para sopir MPU ini juga mengeluhkan tarip Uji KIR yang mengalami kenaikan kurang lebih 50 persen dibanding saat masih dikelola Provinsi. Karena itu mereka berharap agar Pemkot Batu segera mendirikan tempat uji kir sendiri.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Didik Mahmud mengatakan bahwa Pemkot pernah merencanakan pembangunan tempat uji KIR. Bahkan rencana tersebut sudah memasuki proses pembebasan lahan. Namun karena terkendala luas tanah, akhirnya pembangunan tempat uji KIR tersebut dibatalkan dan belum terealisasi hingga saat ini.
“Lahan yang sudah ada tersebut, kini dipergunakan untuk rumah potong hewan di Junrejo. Adapun untuk membangun Uji KIR kita membutuhkan luas kurang lebih 1 hektar,” ujar Didik.
Kemudian direncanakan lagi untuk membangun Uji KIR di lahan yang ada di selatan Stadion Brantas. Rencana itu sudah serahkan Legislatif ke Pemkot. “Sekarang tinggal teknis pelaksanaan dari pembangunan Tempat Uji KIR,”tambah Didik.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu Susetya Herawan membenarkan terkait rencana pembangunan Uji KIR ini. Bahkan saat ini perencanaannya sudah tuntas dilakukan.
“Sekarang kita menunggu penganggaran fisiknya. Namun pelaksanaannya nanti ada di Dinas Perumahan,”ujar Herawan saat dikonfirmasi via ponselnya. [nas]

Tags: