Ratusan Sopir dan Jukir Kota Batu Jalani Rapid Test

Suasana rapid test untuk para sopir angkutan umum dan jukir yang dilaksanakan di Terminal Batu, Rabu (17/6)

Kota Batu,Bhirawa
Ketika masa kenormalan baru telah diterapkan di Kota Batu maka Terminal Batu menjadi salah satu tempat publik yang banyak didatangi warga dari berbagai sudut kota bahkan luar kota. Dan untuk mencegah agar terminal dan angkutan umum tidak menjadi kluster penyebaran covid-19 maka Dinas Perhubungan (Dishub) Batu mengelar rapid test kepada ratusan sopir angkutan umum yang dilaksanakan di Terminal Kota Batu, Rabu (17/6). Selain sopir, rapid test juga dilakukan kepada ratusan juru parkir (jukir) yang ada di kota ini.

Diketahui, sedikitnya ada 480 sopir angkutan umum yang mengikuti rapid test kemarin. Jumlah tersebut tak hanya sopir angkota, tetapi juga sopir bus antar kota yang ada di Terminal Batu. “Sementara untuk jukir yang kita rapid test ada sekitar 200 orang. Jika jukir belum semuanya bisa datang hari ini, maka tes darah ini akan kita lanjutkan besok (hari ini),” ujar Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Batu, Imam Mahdi, Rabu (17/6).

Ia menjelaskan bahwa saat ini transportasi umum di Kota Batu belum beroperasi secara penuh. Sedangkan bus antar kota baru beberapa unit yang beroperasi. Bus antar kota hanya melayani rute dari Batu menuju Landungsari, Jombang dan Kediri.

“Untuk bus antar kota jurusan Batu- Tuban belum beroperasi karena jumlah penumpang turun bahkan kosong,” jelas Imam. Adapun angkutan umum yang beroperasi juga hanya diperbolehkan membawa penumpang setengah dari kapasitas kendaraan. Hal ini dilakukan dalam rangka menanggulangi penyebaran Covid-19.

Diketahui sejak pandemi Covid-19, jumlah penumpang angkutan kota di Batu sepi. Tidak dibukanya tempat wisata dan sekolah, membuat penumpang angkot turun drastis. Padahal selama ini eksistensi mereka bergantung pada keberadaan wisatawan dan pelajar.

Ditambahkan bendahara Organda Kota Batu, Heri Junaedi bahwa saat ini hanya 25 persen yang beroperasi dari jumlah keseluruhan angkot yang ada. Data di Dishub Kota Batu, saat ini ada 356 angkot di kota ini dengan jumlah sopir dan asisten sebanyak 540 orang.

“Biasanya setiap hari para sopir mendapatkan pemasukan Rp 60 ribu. Akibat ada Covid-19 maka pendapatan jauh menurun sehingga mereka memilih libur atau tidak beroperasi,” jelas Heri. Dia mengharapkan Pemkot Batu bisa memberikan solusi untuk membantu para sopir angkot ini.(nas)

Tags: