Rayakan Lebaran, La Nyalla Matalitti: Jauhi Aktivitas Berbahaya

La Nyalla Matalitti

Jakarta, Bhirawa.
Anggota Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur, La Nyalla Matalitti meminta aparat keamanan, untuk menegakkan hukum secara tegas, bagi pembuat, penjual, penyimpan, pengangkut petasan. Pasalnya, musibah ledakan petasan di dua tempat yakni di Kudus dan Kebumen di Jateng pada malam Takbiran, telah merenggut 5 korban tewas. 

Senator asal Jatim yang Ketua DPD RI La Nyalla Matalitti menyatakan prihatin atas insiden kematian sejumlah pemuda saat merakit petasan di momen Lebaran 2021. Dia meminta masyarakat menghindari aktivitas berbahaya saat merayakan Hari Raya Idul Fitri.

“Merayakan Idul Fitri, lebih baik dilakukan dengan kegiatan yang bermanfaat. Hindari aktivitas yang berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan ,” ujar La Nyalla.

Dia mengingatkan, adanya larangan dan hukuman bagi orang yang memproduksi, mengedarkan dan segala aktifitas membahaya kan yang menggunakan bahan peledak. Sudah diatur dalam UU Darurat nomor 12 tahun 1951 dan pasal 187 KUHP tentang bahan peledak.

“Adanya insiden ledakan besar dan kebakaran di pabrik petasan di Kosambi di kabupaten Tangerang-Banten pada 26 Oktober 2017 lalu. Musibah itu menewaskn 48 orang dan 52 orang luka. Semestinya, peristiwa seperti ini menjadi pelajaran berharga bagi setiap orang. Apalagi aparat keamanan, juga sudah melarang produksi dan perdagangan petasan,” tandasnya.

La Nyalla menyitir surat Al-Isra ayat 26-27, dimana menyalakan petasan dinilaisebagai sebuah pemborosan. Inti kandungan dari 2 ayat itu, adalah ; Janganlah kamu menghambur- hamburkan hartamu secara boros. Sesungguh nya, pemboros itu adalah saudara syaitan. Dengan kata lain, uang yang digunakan untuk membeli petasan, sebenarnya bisa dipakaiuntuk hal positif lainnya.

Dia menyarankan, adanya sosialisasi agar tumbuh kesadaran akan bahaya yng ditimbulkn petasan atau bahan peledak.(ira)

Tags: