Razia Dishub Surabaya Diprotes Sopir MPU

22- dishub masih tebang pilih dalam penertiban parkir liar. geh (1)Surabaya, Bhirawa
Karena membiarkan satu unit kendaraan operasi Satpol PP kecamatan diparkir di area larangan parkir, operasi yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) di depan rumah sakit Dr Soetomo sempat diprotes puluhan sopir taksi, Jumat (19/12).
Puluhan mobil berplat kuning yang setiap harinya ngetem di sekitar RSUD dr Soetomo berhamburan ketika melihat mobil patroli Dishub berhenti, untuk melakukan operasi penertiban parkir. Bukan hanya taksi dan angkot yang berhamburan, becak juga tak lepas dari patroli Dishub Kota Surabaya untuk geser agar tidak menutup akses masuk rumah sakit.
Kendaraan yang tertangkap memang tidak akan ditilang, namun Dishub bakal melakukan penggembosan ban dan menempeli stiker yang bertuliskan ‘Ban kendaraan anda digembosi karena melanggar ketentuan parkir pasal 287(3) UU No. 22 Tahun 2009 Jo. Ps.95 Huruf C PP No. 43 Tahun 1993 Jo. Ps. 14 (2) Perda Kota Surabaya No.1 Tahun 2009″.
Namun sayang sekali, dalam penertiban tersebut Dishub masih melakukan tebang pilih. Sejumlah mobil berplat merah yang sama-sama parkir di area larangan parkir itu ternyata tidak dilakukan tindakan apapun.
Salah satu dari puluhan sopir taksi, Bangkit Sugito mengatakan, seharusnya petugas patroli Dishub Kota Surabaya harus adil dalam menertibkan parkir sembarangan. Dirinya mengakui, terpaksa melanggar memarkirkan taksinya walaupun sudah ada rambu larangan parkir.
” Saya mengakui memang selalu kucing-kucingan sama petugas Dishub, karena kalau gak seperti itu saya tidak dapat penumpang. Kami melanggar seperti ini selain ingin mendapatkan penumpang secepatnya juga melihat mobil Satpol PP Kecamatan yang parkir sembarangan setiap harinya,” keluhnya saat ditemui Bhirawa, Jumat (19/12).
Dirinya juga menyayangkan tindakan Dishub Kota Surabaya, karena mobil berplat merah bebas dari penggembosan serta penempelan sticker. Bangkit menambahkan, seharusnya mobil berplat merah juga diperlakukan yang sama dengan mobil berplat kuning, karena sama-sama parkir sembarangan.
” Kita sama-sama cari makannya, jangan tebang pilih seperti itu. Kami parkir sembarangan karena melihat mobil Satpol PP Kecamatan juga parkir sembarangan,” tambahnya.
Sementara itu, petugas patroli Dishub Kota Surabaya, Acmad S bersama ketiga petugas dan Garnisun yang membackup mengatakan, kalau mobil Satpol PP Kecamatan yang parkir di depan rumah sakit Dr Soetomo bersama-sama dengan puluhan taksi tidak ditertibkan.
” Kalau mobil Satpol PP yang parkir sembarangan memang tidak kami tertibkan karena dirinya juga bagian pengamanan di wilayah sini. Jadi memang punya tugas masing-masing,” terang Achmad S yang setiap harinya mobile ini.
Selain berpatroli di rumah sakit Dr Soetomo, pihaknya tetap mobile di tempat-tempat yang dinilai titik rawan macet. Seperti di mall, pasar, yang dimana itu mengganggu lalu lintas. ” Jadi kita tetap berkeliling untuk menertibkan parkir-parkir sembarangan,” imbuhnya. (geh)

Tags: