Razia Narkoba, Polisi Amankan Pejabat Kota Malang

Polisi berhasil mengamankan para tersangka narkoba, salah satunya adalah kepala dinas di Kota Malang. [M taufiq]

Kota Malang, Bhirawa
Razia narkoba yang dilakukan oleh Satreskoba Polresta Malang Kota walau sempat salah menggerebek kamar, namun berhasil mengamankan para tersangka, salah satunya adalalah pria berinisial AH yang merupakan salah satu kepala dinas di Kota Malang.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan,Satreskoba Polresta Malang Kota yang sedang memburu kelompok pengguna narkoba mendapat informasi yang salah. Kamar yang digrebek ternyata kamar tamu lain.
Ia menjelaskan pengembangan kasus ini, Diawali dari penangkapan F, dikembangkan menangkap dua perempuan berinisial FN dan CR ditangkap di pinggir jalan LA Sucipto, bersama barang bukti inex atau ekstasi. Kemudian dilakukan interogasi kepada keduanya dan keduanya mengaku memperoleh barang dari lelaki bernama IL.
Lebih jauh ia mengatakan, setelah memperoleh informasi itu mereka melakukan pengembangan. Berkomunikasi dengan IL melalui whatsapp. Di sinilah awal mula salah grebek kamar. IL awalnya mengaku barang narkoba didapat di kamar nomor 619. Berubah lagi menjadi kamar 419. Padahal sesuai bukti percakapan WA berada di kamar 415.
“Dari data IT kami dan hasil konfirmasi kami, itu di kamar 415. Pada saat dilakukan penggeledahan terhadap dugaan terduga pelaku dkamar 419, ternyata yang bersangkutan tidak ada di situ. Yang ada adalah tamu hotel (Kolonel TNI),” ucap Gatot.
Polisi akhirnya menangkap lagi seorang tersangka berinisial FR. Dia ditangkap dengan barang bukti berupa satu bungkus psikotoprika dan 20 bungkus narkotika jenis ganja. Dari hasil interogasi FR, diketahui barang didapat dari AH. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Malang.
Selanjutnya ia menyampaikan pada pukul 13.30 WIB berhasil diamankan seorang AH ini. “Mungkin teman-teman sudah tahu, kelompok yang diungkap dalam peristiwa penangkapan ini. Jadi AH ini ASN. Perannya AH itu sebagai pengguna dan masih juga kami lakukan pengembangan. Dia ditangkap di rumahnya di Blimbing, Kota Malang” tandas Gatot.
Akibat perbuatanya ke enam tersangka dijerat dengan pasal 111 ayat 1, kemudian pasal 114 ayat 1, kemudian pasal 112 ayat 1, kemudian pasal 132 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Psikotropika. Ancaman hukuman 5 tahun sampai 20 tahun penjara.
Sementara itu dilansir dari beberapa media online, Wali Kota Malang, Sutiaji mengaku sangat prihatin. “Saya prihatin,” ujarnya.
Sutiaji mengaku kaget mendapatkan informasi dan ditodong banyak pertanyaan terkait keberadaan AH. Dia sendiri hingga kini belum mengetahui secara persis kasusnya , karena sedang berada di Aceh.
“Saya belum menerima pemberitahuan secara resmi terkait hal itu. Sempat kaget juga ada yang menanyakan dan memberikan informasi terkait kasus ini. Kalau hal ini benar, pastinya saya sangat prihatin ,” ungkapnya. [mut]

Tags: