Razia Patuh Polres Nganjuk Jaring Ribuan Pelanggar

Jajaran Polres Nganjuk menjaring ribuan pelanggar lalu lintas dan menemukan SIM Palsu yang dibuat oleh perangkat desa.(ristika/bhirawa)

Jajaran Polres Nganjuk menjaring ribuan pelanggar lalu lintas dan menemukan SIM Palsu yang dibuat oleh perangkat desa.(ristika/bhirawa)

Nganjuk, Bhirawa
Jajaran Polres Nganjuk tengan menggelar Operasi Patuh Semeru 2015 dan berhasil menjaring sedikitnya 1356 pelanggar lalulintas. Selain itu juga ditemukan peredaran surat izin mengemudi (SIM) C palsu atas nama Yanuar Setyawan (19) mahasiswa asal Dusun Kandeg Desa Waung Kecamatan Baron.
Paling banyak ditemukan pelanggaran adalah pengendara sepeda motor yang tidak mempunyai SIM atau STNK. Rata-rata para pelanggar lalu lintas adalah pelajar. “Operasi Patuh Semeru 2015 mengedepankan represif. Dalam hal ini petugas akan mengambil tindakan bukti pelanggaran (tilang) terhadap pengendara yang melanggar aturan dan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” ujar Kasatlantas Polres Nganjuk, AKP Rise Sandiyantanti.
Menurutnya, operasi ini adalah kelanjutan dari operasi simpatik yang lalu. Namun bedanya, kalau operasi simpatik hanya sebuah himbauan agar tertib berlalu lintas, akan tetapi pada operasi patuh, akan dilakukan penindakan.
Dalam Operasi Patuh Semeru 2015, seluruh jenis kendaraan dan bentuk pelanggaran lalu lintas akan menjadi sasaran. Seperti sepeda motor, mobil pribadi, angkutan umum, mobil angkutan barang dan truk. Petugas kepolisian akan menindak tegas pengendara yang melawan arus dan angkutan umum yang menurunkan atau menaikkan penumpang di sembarang lokasi. . “Operasi ini bisa dibilang gabungan, karena kami lakukan bersama dengan Polisi Militer dan Dishubkominfo, jadi tidak peduli siapapun yang melanggar kita tilang,” jelas Kasatlantas.
Sementara, Kapolres Nganjuk, AKBP Muhammad Anwar Nasir berharap, Operasi Patuh Semeru 2015 yang dilakukan secara rutin dan serempak ini dapat meningkatkan kesadaran dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas. “Dengan adanya operasi ini, diharapkan masyarakat patuh dan taat dalam berlalu lintas,” tandas Kapolres.
Sementara itu Operasi Patuh Semeru 2015 yang digelar di depan Mapolsek Warujayeng, Polisi menemukan SIM C yang diduga palsu. Dari pemerikaaan sementara SIM C tersebut berasal dari salah satu perangakat Desa Waung dengan harga Rp 300 ribu tanpa harus mengikuti tes dan prosedur pembuatan SIM yang sebenarnya.
“Benar, SIM tersebut diduga palsu karena ada beberapa hal yang mencurigakan dan tidak sama dengan aslinya, kasusnya kami serahkan Satreskrim untuk ditindaklanjuti,” ujar Kapolsek Warujayeng, Kompol Thomas Sidharta. [ris]

Tags: