Rehab Pasar Kranggan Digelontor APBN Rp800 Juta

Kota Mojokerto, Bhirawa
Pemkot Mojokerto kembali mendapat kucuran dana APBN untuk  Revitalisasi pasar tradisional. Sebelumnya kucuran dana serupa sudah dilakukan untuk Pasar Kliwon tahun 2013 lalu. Tahun 2014 ini Pemkot mendapat kucuran APBN sebesar Rp800 juta untuk memugar Pasar Kranggan, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
Kepala Diskoperindag dan UMKM Kota Mojokerto, Achmad Zainuddin menuturkan, rencana pembangunan itu bakal dilakukan dan dirampungkan tahun ini juga. Kini sudah menuntaskan  perencanaan atas pembangunan itu. ”Proses perencanaan sudah hampir selesai,” terangnya dikonfirmasi, Minggu (6/4)  lalu.
Zainuddin mengatakan, pasca perencanaan matang, lelang atas pengerjaan proyek baru dilakukan. Dan pembangunan di dalam pasar itu langsung ditangani. Jadwalnya bisa selesai tahun ini. Terkait pendanaan, kata mantan Asisten II Pemkot Mojokerto ini, pemerintah mengalokasikan dana Rp800 jutaan. Dana itu mengalir berupa dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan. ”Bukan dari APBD daerah. Tapi dana itu dari pusat semua, sumbernya APBN,” tambahnya.
Zainuddin juga menjelaskan, dalam revitalisasi Pasar Kranggan itu, los yang selama ini tak tertata rapi, bakal dibuat lebih indah. Lapak bakal didesain berhadap-hadapan agar penampilannya lebih sedap dipandang mata.
Begitu juga dengan tingkat kenyamanan masyarakat saat berkunjung di pasar itu. ‘Selama ini kumuh. Dan pasar itu sangat tidak nyaman bagi masyarakat yang hendak belanja. Revitalisasi Pasar Kranggan yang dilakukan Pemkot Mojokerto kali ini, menambah daftar panjang perhatian pemerintah atas pedagang tradisional. Sebelumnya, pemerintah juga membangun pasar ikan dan Pasar Kliwon. Semua dana, mendapat bantuan dari pemerintah pusat. ”Perhatian pemerintah terhadap Pasar Kranggan menjadi salah satu bukti pemerintah memberikan perhatian lebih kepada pasar tradisional,” pungkasnya.
Sementara itu, Pasar Ikan Prajurit Kulon yang kini tengah mati suri dan memiliki 40 los dan 17 kios yang diresmikan pemanfaatannya akhir Nopember 2011 silam itu, bakal dialihfungsikan ke pasar tradisional. Itu dilakukan agar pasar yang didanai DAK Kementerian Perikanan dan Kelautan itu bisa dimanfaatkan dengan baik. [kar]

Tags: