Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilkada Trenggalek Tunggu Penetapan MK

Trenggalek, Bhirawa
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek melakukan rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten dari hasil pencoblosan suara Pilkada serentak 2020 yang dilaksanakan pada tanggal 9 Desember kemarin.

Dari hasil akumulasi resmi KPU, Pasangan nomor urut 2 Muchammad Nur Arifin-Syah Muhammad Natanegara unggul dengan suara sah yang berjumlah 259844 dengan persentase 68,16 persen. Sedangkan untuk perolehan suara pasangan nomor urut 1 Alfan Rianto, M.Tech – Zaenal Fanani memperoleh suara 121406 dengan prosentase 31,84.

Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Gembong Derita Hadi mengatakan bahwa hari ini telah dilakukan rekapitulasi penghitungan suara tingkat kabupaten dan alhamdulillah sudah berjalan lancar.

“KPU mencatat jumlah suara sah untuk perolehan suara nomor urut 2 ada 121406 dengan prosentase 31,84 persen sedangkan perolehan nomor urut 2 adalah 259844 68,16 persen, untuk suara tidak sah 13864 yang tidak hadir dalam dpt 32,10 persen, ” ungkap Gembong saat dikonfirmasi usai penghitungan suara di hotel hayam wuruk Trenggalek. Selasa (15/12).

Gembong mengatakan, sebelum penetapan calon terpilih, dari penetapan hasil rekapitulasi suara pilkada hari ini masih menunggu register dari Mahkamah Konstitusi (MK).

“Jadi hari ini penetapan hasil bukan penetapan calon , untuk penetapan calon masih menunggu register dari MK paling lama 5 hari setelah register dari Mk keluar lanjut kami tetapkan calonnya, setelah ditetapkan paling lama 3 hari kami usulkan pelantikan.” Ujarnya.

lanjut Gembong menyampaikan terkait kehadiran, diprediksikan ada penurunan namun ternyata ada kenaikan kalau yang dulu sekitar 67,8 saat ini 67,9

“Biarpun pandemi ada kenaikan 0,1 persen,”tuturnya.

Ia mengakui bahwa hal ini adalah prestasi dari semua pihak di kabupaten Trenggalek, sehingga pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah menyebarkan informasi termasuk media yang sudah bekerjasama karena telah melahirkan partisipasi masyarakat semakin meningkat.

Disinggung mengenai Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tidak hadir Gembong menjelaskan karena banyak hal diantaranya orang Trenggalek yang berada di luar negeri maupun di luar Trenggalek di catat. Selain itu dengan adanya pandemi ini orang pulang banyak yang takut karena prosesnya menyangkut dengan kesehatan covid-19.

“Biarpun banyak demikian ternyata partisipasi masyarakat Trenggalek meningkat. Dari hasil pemantauan kami Terkait suara tidak sah itu ada banyak hal tapi yang mendominasi ada dua. pertama dicoblos bukan menggunakan alat coblos yang disediakan, yang kedua dua duanya dicoblos bukan dengan alat coblos yang disediakan,” ujarnya.

Dengan semakin meningkatnya partisipasi pemilih gembong menjelaskan “memang ternyata sosialisasi kami ini meningkat ini kuncinya kami memberi sosialisasi dari rumah ke rumah, sehingga itu kuncinya, kedepan sosialisasi jangan di umum, kalau bisa dari KK ke KK,” tutupnya.(Wek).

Tags: