Rekom Belum Turun, PPP Sumenep Berharap Usung Kader Sendiri

Sumenep, Bhirawa
Pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumenep telah di depan mata. Pasalnya, sesuai hasil rapat terakhir KPU RI dengan DPR, Pilkada serentak akan digelar pada tanggal 9 Desember 2020.

Semakim dekatnya pesta demokrasi tingkat daerah itu membuat sejumlah Parpol di daerah sudah mulai menampakkan dukungannya terhadap pasangan calon (Paslon) yang akan ikut bertanding dalam pergulatan politik daerah.

Sekretaris DPC PPP Kabupaten Sumenep-Moh Syukri mengatakan, pihaknya belum menerima surat rekomendasi dari DPP terkait pasangan calon yang akan diusung dalam Pilbup tahun ini.

Namun, ia memastikam dalam waktu dekat surat rekomendasi tersebut akan turun dan bisa dijadikan dasar untuk bergerak mencari dukungan atas Paslon yang diusungnya.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini, mungkin pekan depan lah, surat rekomendasi dari DPP itu sudah kami terima,” kata Syukri, Kamis (11/6/2020).

Ia mengaku belum bisa berspekulasi rekomendasi itu turun kepada siapa. Semua kader PPP menginginkam tetap mengusung kader sendiri dalam Pilbup nanti.

Tapi, sesuai mekanismenya, DPC hanya memiliki kewajiban untuk mengusulkan nama-nama calon tersebut, sedangkan penentuannya tetap kewenangan DPP PPP.

“Kalau keinginan kami di daerah, ya tetap mengusung kader sendiri. Karena kalau kader sendiri kan sudah tahu bagaimana kemampuan dalam memimpin,” ucapnya.

Disinggung soal koalisi dengan Parpol lain, anggota DPRD Sumenep ini menyatakan, tetap berkomunikasi dengan parpol lain, namun persoalan koalisi merupakan ranahnya ketua DPC PPP, yang juga digadang-gadang maju dalam Pilbup tahun ini.

Di legislatif, PPP memiliki tujuh kursi. Jadi, untuk mengusung pasangan calon masih membutuhkan koalisi dengan parpol lain. “Kalau soal koalisi dengan parpol lain, itu kewenangan ketua. Di luar koalisi seperti penyerahan berkas semua kandidat calon yang mendaftar ke PPP sudah diserahkan ke DPP melalui DPW PPP Jatim,” tegasnya.

Sekedar untuk diketahui, pada saat PPP membuka pendaftaran, ada tiga orang yang mendaftar dan mengembalikan formulirnya sebagai Bacabup, yakni KH. Moh. Shalahuddin A. Warits atau Ra Mamak (ketua DPC PPP Sumenep), Donny M. Siradj, dan Fattah Jasin. Sementara Bacawabup yang resmi mendaftar ada satu orang, yakni KH. Moh. Ali Fikri A. Warits.

Semua Bacalon tersebut telah mengikuti rentetan kegiatan sesuai mekanisme parpol berlambang Ka’bah tersebut. Di Kabupaten ujung timur Pulau Garam Madura ini hanya ada satu Parpol di legislatif yang bisa mengusung sendiri yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan perolehan kursi sebanyak 10.

Sedangkan yang lain, seperti PPP 7 kursi, Demokrat 7 kursi, Gerindra 6 kursi, PAN 6 kursi, dan PDI-P 5 kursi. Kemudian Partai Hanura mendapatkan 3 kursi, Nasdem 3 kursi, PKS 2 kursi, dan PBB 1 kursi. Sementara partai Golkar, dari 7 daerah pemilihan (Dapil) yang ada sama sekali tidak meraih kursi. [sul]

Tags: