Relawan Sosialisasi ke Penyandang Distabilitas

Salah satu relawan memberikan sosialisasi kepada siswa SLB Al Hidayah.

Salah satu relawan memberikan sosialisasi kepada siswa SLB Al Hidayah.

Madiun, Bhirawa
Untuk menekan angka golongan putih (Golput) pada Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April mendatang, sejumlah relawan dari Demokrasi mendatangi Sekolah Luar Biasa (SLB) Al-Hidayah di Mejayan, Kabupaten Madiun, Rabu (2/4).
Di hadapan puluhan siswa distabilitas (penyandang cacat) yang sudah mempunyai hak pilih, relawan memperagakan bagaimana cara mencoblos yang benar. Dalam sosialisasi ini, ada empat lembar kertas surat suara yang dijelaskan. Yakni kertas suara untuk DPRD II, DPRD I, DPD, dan DPR RI.
“Khusus untuk DPD, surat suaranya berbeda karena langsung tampak gambar calonnya. Sementara surat suara lainnya hanya menampilkan nomor dan nama Caleg saja,” kata salah satu anggota Relawan Demokrasi, Siti Latifah.
Menurutnya lagi, pelaksanaan sosialisasi dihadapan penyandang cacat ini, hanya dalam bentuk suara atau gerak saja. “Mengingat alat peraga atau template khusus bagi penyandang cacat dari KPU belum ada, kami hanya memberi contoh bentuk surat suara yang bakal di coblos nantinya,” jelas Siti.
Untuk wilayah Kabupaten Madiun, papar Siti, pelaksanaan sosialisasi sudah berlangsung sejak bulan desember 2013 lalu. Sedangkan anggota relawan Demokrasi, terdiri dari 25 orang. Mereka melaksanakan sosialisasi di 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Madiun.
“Masing-masing tim ada tugasnya. Ada yang sosilalisasi ditingkat pemilih umum, ada juga yang sosialisasi kepada pemilih distabilitas. Khusus penyandang distabilitas di SLB, rata-rata sudah mempunyai hak pilih, meski jenjang pendidikannya baru SMP maupun SMA. Karena umurnya banyak yang sudah dewasa,” papar Siti.
Terpisah, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun, Wahyudi, saat mengatakan, pihaknya akan membagikan template braille atau alat baca bagi penyandang tunanetra di tiap-tiap TPS. “KPU bakal mendistribusikan sedikitnya 1630 template di tiap-tiap TPS. Namun hanya untuk surat suara DPD saja,” kata Wahyudi, kepada wartawan.
Dari data yang ada di KPU, jumlah distabilitas untuk Tuna Netra sebanyak 151 orang, Tuna Daksa 1.206 orang, Tuna rungu 269 orang, Tuna Wicara 55 orang, Tuna Grahita 150 orang dan cacat lainnya sebanyak 195 orang. [dar]

Tags: