Reservoir Dibangun, Krisis Air di Pasuruan Bisa Teratasi

Sebuah reservoir di Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Kamis (13/2). [Hilmi Husain]

Pasuruan, Bhirawa
Sebanyak 4 reservoir dan tandon raksasa selesai dibangun di Kecamatan Winongan dan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Ke empat reservoir dan tandon air tersebut dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan anggaran mencapai Rp 40 miliar.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pasuruan, Hari Apriyanto menyampaikan reservoir itu memasok kebutuhan warga dua kecamatan, yang selama ini mengalami krisis air. Sedangkan airnya memanfaatkan limpasan aliran Banyubiru di Kecamatan Winongan.
Reservoir itu berada di Desa Jeladri, Kecamatan Winongan. Kemudian di Kecamatan Lumbang, reservoir berada di Desa Cukurguling, Desa Karangasem dan Desa Lumbang. Adapun tandon air dibangun, ditempatkan di seputar Pemandian Alam Banyubiru.
“Reservoir dan tandon raksasa dibangun untuk kemaslahatan umat atau memberikan manfaat kepada masyarakat Kabupaten Pasuruan. Sekaligus komitmen kami dalam memenuhi kebutuhan air bersih di daerah kekeringan. Khususnya di Lumbang, Kabupaten Pasuruan,” ujar Hari Apriyanto, Kamis (13/2).
Menurut Hari, uji coba reservoir sudah dilakukan. Yakni, dengan pengambilan air limpahan dari Banyubiru, selanjutnya didorong menuju reservoir 1, reservoir 2 dan reservoir 3. Daya tampung diperkirakan sebanyak 55-65 kubik atau 55.000-65.000 liter air bersih.
“Kami sudah melakukan ujicoba sepekan kemarin. Sebanyak 65 liter perdetik dari total 165 liter air perdetik dari sumber di Banyubiru, dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan air bersih warga Kecamatan Lumbang dan Winongan bagian atas. Pengambilan air limpahan Banyubiru tak menggangu volume air di tempat wisata. Karena, air yang diambil merupakan air buangan,” papar Hari Apriyanto.
Pihaknya menyatakan siap apabila reservoir diserahkan kepada Pemkab Pasuruan. Pengelolaannya diserahkan ke PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kabupaten Pasuruan. “Hingga saat ini, kami masih menunggu konfirmasi dari pemerintah pusat. Kami siap kapan saja. Karena reservoir dan tandon raksasa untuk kebutuhan masyarakat,” urai Hari Apriyanto.
Hari menjelaskan sebelumnya Pemkab Pasuruan sejak tahun 2016 juga sudah melakukan berbagai kegiatan perpipaan di sejumlah wilayah Kecamatan Lumbang dan Winongan.
Pada 2016, anggaran DAK sebesar Rp 1,4 miliar digelontorkan untuk PPAB (pembangunan dan pengelolaan air bersih) di Desa Kedungrejo dan Jeladri, Kecamatan Winongan. Sedangkan dari APBD mencapai Rp 600 juta diserap untuk PPAB di Desa Karangasem, Wonorejo dan Desa Panditan, Kecamatan Lumbang.
Pada 2017 lalu, Rp 300 juta dipergunakan untuk PPAB di Desa Wonorejo dan Karangjati, Kecamatan Lumbang. Selain itu, Rp 200 juta dari PAK untuk PPAB di Dusun Ketondo dan Desa Pancur, Kecamatan Lumbang. Kemudian, di tahun 2018 lalu. Anggaran sebesar Rp 4,25 miliar dikucurkan untuk PPAB di 7 desa di Kecamatan Lumbang.
Selanjutnya 2019 lalu, angaran dari DAK sebesar Rp1,45 miliar sudah digunakan untuk PPAB di Desa Cukurguling dan Lumbang. Belum lagi anggaran APBN sebesar Rp800 juta untuk HAMP (hibah air minum perdesaan). “Komitmen Pak Bupati Pasuruan agar masyarakat khususnya bagi 17.271 warga Lumbang, bisa mendapatkan air bersih melalui sambungan rumah yang sudah kami siapkan,” kata Hari Apriyanto. [hil]

Tags: