Resmikan Bendungan Tukul di Pacitan, Presiden Berharap Indeks Pertanaman Meningkat

Presiden RI Joko Widodo didampingi para menteri dan Gubernur Jatim Khofifah saat meninjau Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Minggu (14/2).

Pacitan, Bhirawa
Presiden RI Joko Widodo meresmikan secara langsung beroperasinya Bendungan Tukul di Kabupaten Pacitan, Jatim, Minggu (14/2). Presiden berharap Bendungan Tukul dapat meningkatkan indeks pertanaman (IP) di daerah tersebut.
“Bendungan ini bisa memberikan manfaat sangat besar yaitu untuk 600 hektare sawah dapat meningkatkan indeks pertanaman yaitu dari tadinya satu kali, satu kali tanam padi dan satu kali tanam palawija menjadi 2 kali tanam padi dan 1 kali tanam palawija,” kata Presiden Jokowi di Bendungan Tukul, Pacitan, Jatim pada Minggu (14/2).
Indeks pertanaman (IP) adalah rata-rata masa tanam dan panen dalam satu tahun pada lahan yang sama.
Presiden Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi itu menjelaskan Bendungan Tukul mulai dikerjakan pada 2013 untuk membendung sungai Telu di lahan seluas 44,81 hektare.
“Bendungan ini sekali lagi memiliki peran sangat penting untuk pengendalian banjir, untuk mengairi sawah, air irigasi, dan juga penyediaan air baku yang di sini kurang lebih 300 liter per detik,” tambah Presiden.
Menurut Presiden Jokowi, Bendungan Tukul punya kapasitas tampung hingga mencapai 8,7 meter kubik air. “Saya harapkan dengan berfungsinya Bendungan Tukul di Pacitan ini akan menjadi infrastruktur yang penting memperkuat ketahanan pangan dan juga memperkuat ketahanan air,” ungkap Presiden.
Presiden Jokowi meminta agar pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten benar-benar bisa memanfaatkan infrastruktur sebaik-baiknya sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi daerah dan memberikan keuntungan bagi masyarakat.
“Meningkatkan produksi pertanian bagi daerah dan juga memudahkan penyediaan air bersih bagi daerah,” ungkap Presiden.
Total anggaran untuk membangun Bendungan Tukul mencapai Rp916 miliar. Bendungan ini memiliki tipe tipe urugan random dan Zonal Inti Tegak, dengan panjang bendungan adalah 233 meter, lebar puncak bendungan 10 meter dan tinggi bendungan 74 meter.
Bendungan tersebut juga dapat menjadi penggerak PLTA Mikrohidro sebesar 2 x 132 KW. Selain itu juga dapat mereduksi banjir hingga 44,86 m3/detik.
Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa yang hadir dalam peresmian tersebut mengatakan, Bendungan Tukul diproyeksikan untuk mendorong produksi padi Jatim yang diklaim sebagai provinsi dengan produksi padi tertinggi di Indonesia yaitu berkontribusi terhadap 18,17 persen gabah kering giling sebesar 10,02 juta ton atau setara 5,76 juta ton beras.
Gubernur Khofifah juga mengatakan provinsi Jatim menjadi produsen jagung tertinggi yaitu 6,6 juta ton atau 21,8 persen produksi jagung nasional.
Turut serta dalam peresmian tersebut antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono dan pejabat terkait lainnya. [tam.ant]

Tags: