Resmikan Halal Center Universitas Trunojoyo Madura, Wapres Optimis Jatim Jadi KIH Terbesar di Indonesia

Wapres RI KH Ma’ruf Amin didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meresmikan Halal Center Universitas Trunojoyo Madura, Kamis (12/1).

Pemprov Jatim, Bhirawa
Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Ami mengapresiasi inisatif Universitas Trunojoyo Madura dalam membangun Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Halal Center. Hal tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah terhadap upaya Percepatan Pembangunan Halal Lifestyle di Jatim. Selain itu, juga merupakan upaya mewujudkan Halal Lifestyle Nasional.
Wapres Ma’ruf Amin menambahkan, di Jatim telah berdiri satu Kawasan Industri Halal (KIH) yang berada di Kabupaten Sidoarjo, kemudian di Kabupaten Gresik saat ini juga sedang menyiapkan hal yang sama.
Sekarang ini Kabupaten Bangkalan telah menyatakam kesiapannya. Atas kesiapan tersebut, Wapres KH. Ma’ruf Amin mengaku optimis bahwa Jatim nantinya bisa menjadi Kawasan Industri Halal (KIH) terbesar di Indonesia.
“Saya menyambut baik atas usulan agar di Madura juga ada area yang ditetapkan sebagai Kawasan Industri Halal . Dengan kesiapan tersebut, artinya Jatim ada tiga KIH. Berarti Jatim akan menjadi kawasan Produk Halal terbesar di Indonesia nantinya,” ucap Wapres Ma’ruf Amin di sela peresmian LPH Halal Center Universitas Trunojoyo Madura, Kamis (13/1).
Lebih lanjut, Wapres Ma’ruf Amin menjelaskan, penggunaan produk Halal saat ini tak hanya sebagai bentuk kewajiban, namun telah menjadi suatu gaya hidup. Ditambah dengan masyarakat Madura yang terkenal akan culture ketaatan terhadap agama yang sangat tinggi, kehadiran Halal Center, bahkan KIH, sangat mendukung gaya hidup masyarakat yang telah semakin cerdas dan selektif sebagai konsumen.
“Kehalalan dapat mencakup zatnya, maupun prosesnya. Seluruh aspek halal tersebut saat ini telah menjadi faktor pertimbangan masyarakat muslim global dalam memilih produk yang berkualitas,” terangnya.
Sementara itu, dihadapan Wapres, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan dukungannya agar ada area di Madura untuk ditetapkan sebagai Kawasan Industri Halal (KIH). Khofifah juga berharap Pemerintah Pusat dapat mempercepat pembangunan Indonesia Islamic Science Park (IISP) di Bangkalan – Madura.
“Saat ini kami telah memiliki KIH di kawasan Kab. Sidoarjo, dan sedang disiapkan KIH di Gresik, kedepan kami akan terus menyiapkan kawasan yang berpotensi sebagai KIH. Dimana, salah satunya di Madura ini,” kata Khofifah
“Saya berharap Madura bisa diberi kesempatan untuk ikut ambil bagian dalam massifnya perkembangan industri halal sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Madura , Jatim dan nasional,” tambah dia.
Hingga saat ini, lanjut Khofifah, Pemerintah telah menetapkan tiga Kawasan Industri Halal di Indonesia yaitu masing-masing Bintan Inti Halal Hub di Kepulauan Riau, Halal Modern Valley di Serang, Banten dan Halal Industrial Park di Sidoarjo, Jatim.
Karenanya, Khofifah berharap Madura juga bisa ditetapkan sebagai Kawasan Industri Halal Indonesia menyusul pesatnya pertumbuhan pasar atau industri halal akibat meningkatnya gaya hidup halal masyarakat dunia.
Dalam sambutannya Rektor UTM menyampaikan , Berdasarkan data Global Islamic Economy Report 2020/2021 menunjukkan bahwa pengeluaran konsumen muslim untuk makanan dan minuman halal, farmasi dan kosmetik halal, serta pariwisata ramah muslim dan gaya hidup halal pada tahun 2019 mencapai nilai US$2,02 triliun.
Tidak hanya itu, selanjutnya Khofifah menyebut bahwa konsumsi produk halal Indonesia pada tahun 2019 mencapai US$144 miliar yang menjadikan Indonesia sebagai konsumen terbesar di sektor ini. Sektor pariwisata ramah muslim menjadikan Indonesia menduduki posisi ke-6 dunia dengan nilai US$11,2 miliar.
Di sektor busana muslim, Indonesia merupakan konsumen ke-3 dunia dengan total konsumsi 16 miliar US Dolar. Sektor farmasi dan kosmetika halal Indonesia menempati peringkat ke-6 dan ke-2 dengan total pengeluaran masing-masing US$5,4 miliar dan US$4 miliar.
Kontribusi industri halal terhadap perekonomi nasional juga meningkat dilihat dari meningkatnya pangsa pasar sektor halal terhadap PDB pada 2016 sebesar 24,3% menjadi 24,86% di tahun 2020. “Saya optimistis, jika Madura diberi kesempatan maka akan semakin mendorong percepatan pembangunan daerah dan penanggulangan kemiskinan,” tuturnya.
Sebagai informasi, Universitas Trunojoyo Madura mendirikan LPH Halal Center sebagai penanda bentuk kesiapan Madura menjadi kawasan industri halal untuk percepatan kesejahteraan masyarakat.
Inisiasi pengembangan kawasan industri halal yang telah dimplementasikan oleh UTM di antaranya, kawasan industri halal produk olahan garam, kawasan industri halal produk olahan daging sapi, kawasan industri halal produk olahan rempah (jamu) Madura, olahan jagung, kawasan wisata halal Lon Malang, serta Indonesia Islamic Science Park (IISP). [tam]

Tags: