Responsif Tanggulangi Bencana dan Rehabilitasi Hutan, Jatim Raih Penghargaan BNPB

Kalaksa BPBD Provinsi Jatim, Suban Wahyudiono mewakili Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menerima pernghargaan dari Kepala BNPB, Doni Monardo.

Pemprov Jatim, Bhirawa
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub (Wakil Gubernur) Emil Elestianto membuktikan keberhasilan program Nawa Bhakti Satya di Jatim. Diantaranya dalam hal penanggulangan dan mitigasi bencana di Jatim.
Lebih membanggakan lagi, Pemprov Jatim berhasil meraih penghargaan partisipasi aktif dalam penanggulangan bencana tahun 2019 yang diserahkan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penghargaan Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim. Pemprov Jatim berhasil memadamkan kebakaran di lereng Gunung Arjuno, Gunung Welirang dan Gunung Panderman dengan menggunakan helikopter water bombing. Upaya ini merupakan keberhasilan program Nawa Bhakti Satya di Jatim.
Penggunakan water bombing ini mendapat apresiasi dari Gubernur Khofifah. “Metode pemadaman dengan water bombing ini diapresiasi oleh Ibu Gubernur. Sebab beliau menyampaikan baru pertama kali ini menggunakan water bombing, dibandingkan dulu-dulu tidak ada,” ungkapnya.
Tak sampai disitu, masih ada inovasi yang dilakukan Gubernur Jatim melalui BPBD Provinsi Jatim yaitu melakukan penyelamatan dan pelestarian lingkungan menggunakan metode Aeroseeding untuk Rehabilitasi Hutan dan Lahan Kritis dengan penaburan biji maupun benih tanaman pada gunung dan lahan gundul di Jatim, melalui pesawat.
“Metode aeroseeding ini baru pertama di lakukan di Jatim dan juga Gubernur Jatim sendiri yang memelopori rehabilitasi hutan dan lahan kritis menggunakan metode ini,” tambah Suban.
Penyebarannya nantinya difokuskan di daerah aliran sungai. Apalagi, sambung Suban, menuntaskan program Brantas Tuntas. Nantinya penyebaran benih dilakukan di Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo di Gunung Arjuno, Gunung Welirang, Gunung Kawi, Gunung Kelud, Gunung Semeru dan Gunung Bromo.
Atas inovasi penanggulangan dan mitigasi bencana, dalam Rakornas Penanggulangan Bencana (PB) yang digelar di Gedung Sentul Internasional Convension Center (SICC), Bogor, Selasa (4/2). Pemprov Jatim meraih penghargaan dari pemerintah pusat dengan kategori Pemerintah Daerah yang Berpartisipasi Aktif dalam Penanggulangan Bencana 2019.
Penghargaan yang diserahkan Kepala BNPB, Doni Monardo ini diterima Kalaksa BPBD Jatim, Suban Wahyudiono, mewakili Gubernur Jatim. Suban mengungkapkan, apa yang diraih Jatim kali ini merupakan buah dari komitmen Gubernur Jatim selama ini dalam mereaksi setiap kejadian bencana yang terjadi.
Sementara itu Gubernur Khofifah menyampai terimasih atas kerjasama dalam menangani bencana. “Saya menyampaikan terima kasih yg sebesar-besarnya atas kerjasama dan bantuan serta tenaganya selama ini membangun sinergi dan bahu membahu menangulangi bencana secara cepat dan masif,” ujar orang nomor satu di Jatim di sela kunjungan kerja di Makassar , Rabu (5/2).
Menurutnya, penghargaan ini diperuntukkan bagi semua masyarakat Jatim dan seluruh relawan yg mempunyai kepekaan yang sangat tinggi sehingga bencana alam yang terjadi di Jatim bisa ditanggulangi dan ditangani secara cepat dan masif.
Sejak awal pelantikan, dirinya berkomitmen untuk meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi bencana alam di Jatim. Bahkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jatim Tahun 2019-2024 secara khusus dimasukkan dalam Indeks Kinerja Utama ( IKU) dengan mencantumkan upaya pengurangan risiko bencana dan kegiatan penanggulangan bencana kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di Jatim.
Selain itu, Khofifah meminta kepada OPD agar penanganan bencana di wilayahnya dilakukan antisipasi secara komprehensif. Salah satunya memperkuat konektivitas antar OPD dan instansi lainnya agar responnya bisa lebih cepat dalam menangani bencana.
Dijelaskan, OPD yang sangat berperan langsung dalam hal tanggap bencana yaitu BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit dan Dinas PU. Sedangkan, instansi lain yang juga terkait yakni TNI, Polri, SAR, PMI, Basarnas, serta Kementerian PU yang ada di wilayah Jatim serta segenap relawan kebencanaan. [bed,tam]

Tags: