Revolusi Pendidikan melalui Kurikulum Merdeka

Oleh :
Suci Perwitasari
Kepala Sekolah Sdn Pengampon 1
Mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan Unesa 2023

Pendidikan merupakan pilar utama dalam pembentukan karakter dan potensi bagi manusia serta menjadi tulang punggung pembangunan suatu bangsa.

Seiring dengan perkembangan jaman dan era globalisasi dan kemajuan teknologi tuntutan akan kualitas pendidikan dan perubahan pun semakin meningkat di sistem pendidikan nasional. Kualitas pendidikan menjadi salah satu tantangan utama dalam meningkatkan perkembangan pendidikan. Standar pendidikan harus ditingkatkan untuk menghasilkan lulusan yang komperhensif di tingkat global.

Kesenjangan pendidikan antara sekolah diperkotaan dan pedesaan serta wilayah Indonesia yang beragam menjadi masalah yang perlu penyelesaian. Semua anak Indonesia harus memiliki dan mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas.

Teknologi dan inffrastruktur berupa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan adalah keharusan di dunia yang semakin terdigitalisasi. Namun infrastruktur pendidikan, khususnya di daerah terpencil masih menjadi masalah. Ditengah dinamika globalisasi dan perkembangan teknologi serta untuk menyelesaikan masalah diatas muncul konsep Revolusi Pendidikan melalui Kurikulum Merdeka sebagai upaya untuk mengejawantahkan esensi kreativitas dan kemandirian dalam transformasi pendidikan. kurikulum yang dinamis mampu merespon perubahan di dunia, hal ini untuk mempersiapkan diri mengadapi peluang pekerjaan di masa mendatang yang mungkin belum tercipta saat ini. Kurikulum juga harus melakukan pendekatan secara inovatif dimulai dari revolusi pendidikan yang dapat menghasilkan pembelajaran secara inovatif sehingga memungkinkan siswa untuk memecahkan masalah secara nyata dan mengembangkan pemikiran kritis.

Revolusi pendidikan ini menjawab tantangan jaman dengan menekankan pentingnya menggabungkan potensi kreatif dan mandiri setiap individu. Kurikulum merdeka menjadi tonggak utama dalam mewujudkan visi ini, mengusung konsep pembelajaran yang tidak hanya mengedepankan aspek akademis, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan ketrampilan, minat dan bakat unik setiap peserta didik. Kurikulum merdeka merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi dengan upaya memberi keleluasaan dan otonomi daerah kepada lembaga pendidikan dan merdeka dari birokratisasi, pengajar dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta peserta didik diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai.

Esensi dari kurikulum merdeka ini adalah merdeka belajar. Merdeka belajar merupakan konsep yang dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing. Misalnya, jika dua anak dalam satu keluarga memiliki minat yang berbeda, maka tolak ukur yang dipakai untuk menilai tidak sama. Konsep ini tidah hanya mencakup dimensi struktural kurikulum, tetapi juga mencerminkan semangat untuk memperdayakan setiap individu peserta didik. Esensi kurikulum merdeka dapat dirasakan melalui penekanan pada kreativitas sebagai elemen utama pembelajaran. Dengan mengakui dan keberagaman setiap siswa, kurikulum merdeka memungkinkan mereka untuk mengekplorasi minat dan bakatnya lebih bebas. Selain itu esensi kemandirian menjadi nyawa dari konsep ini, yaitu memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengambil peran aktif dalam pembelajaran dan mengelola proses belajar mereka sendiri. Kurikulum merdeka tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, tetapi juga merangsang daya kreasi, membentuk karakter dan membimbing peserta didik untuk menjadi individu yang tidah hanya terampil secara akademis, tetapi juga memiliki keberanian berinovasi dan berkembang. Dengan menggabungkan elemen-elemen ini esensi kurikulum merdeka adalah membebaskan potensi setiap anak, memahami keunikan mereka dan menciptakan landasan pendidikan yang memberdayakan bagi perkembangan holistik mereka.

Merdeka belajar juga melibatkan pemetaan konpetensi, dimana tujuan pembelajaran yang ingin dicapai siswa ditetapkan secara jelas. Kurikulum tidak lagi hanya berfokus pada penguasaan materi pelajaran, tetapi juga mengintegrasikan aspek ketrampilan, sikap dan pengetahuan yang relevan dengan kehidupan nyata. Selain itu, fleksibilitas kurikulum juga diperkenalkan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih mata pelajaran yang mereka minati dan memperdalam pengetahuan dalam pengetahuan dalam bidang tertentu. Keberhasilan implementasi merdeka belajar juga bergantung pada pengembangan profesi guru. Guru harus mampu menjadi fasillitator pembelajaran, menginspirasi dan dan membimbing siswa dalam proses belajar yang mandiri dan kreatif. Dalam konteks ini, pelatihan dan pengembangan profesional guru menjadi penting, termasuk pemberian dukungan dan sumber daya yang diperlukan agar guru dapat beradaptasi dengan perubahan dalam sistem pendidikan.

Terkait dengan revolusi pendidikan terdapat beberapa perubahan dalam pembelajaran kemajuan digital telah dan akan sangat disruptif bagi siapa saja yang tidak siap. Revolusi pendidikan sejalan dengan proses pengembangan, pembaruan dan penyesuaian pendidikan dengan tuntutan jaman. Revolusi transformasi di bidang pendidikan menurut Prof. Ravik saat ini bisa dilihat dari berbagai hal, yaitu Pertama, integrasi teknologi, dimana teknologi mampu menfasilitasi pembelajaran secara adaptif dan berbasis data lalu menumbuhkan pembelajaran daring yang menawarkan pembelajaran online secara masal dengan aneka pilihan platform dan alokasi maupun waktu yang fleksibel yang bisa diakses oleh siswa dan pendidik. Kedua, pembelajaraan daring dan massive open online cource (MOOOCs), bahwa munculnya platform pembelajaran online dapat menawarkan fleksibilitas serta memenuhi gaya belajar yang beragam dari peserta didik; Ketiga Blended Learning, yakni menggabungkan pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran online. Hal ini telah memberikan kesempatan untuk peserta didik bisa belajar mandiri dan realtime; Keempat, Gaming dan edutainment, yaitu suatu proses pembelajaran yang memasukkan teknik-teknik gaming atau permainan dalam materi pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa karena pembelajaran menjadi lebih menyenangkan; Kelima, Personalized Learning, dimana teknologi telah memungkinkan pembelajaran yang menyesuaikan instruksi, konten dan pengalaman belajar untuk memenuhi kebutuhan, minat dan kemampuan individu peserta didik secara personal atau individu. Pendekatan ini bertujuan untuk beralih dari model pendidikan tradisional yang bersifat satu ukuran untuk semua dan berfokus pada penyediaan jalur pembelajaran yang dipersonalisasi bagi para peserta didik; Keenam, Project Based Learning dan STEAM(Saint, Teknologi, Enggenering, Arts dan Matematika) yaitu pembelajaran berbasis proyek yang menekankan pada pembelajaran langsung berbasis pengalaman dan menggabungkan mata pelajaran STEAM, hal ini diyakini bisa meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis, pemecahan masalah dan mengembangkan solusi inovatif; Flipped Clasroom yaitu siswa belajar terlebih dahulu di rumah dengan metode online, kemudian saat di kelas dikhususkan untuk diskusi dan kegiatan kelompok, metode ini mendorong pembelajaran aktif dan berinteraksi dengan teman; Kedelapan, Global Collaboration suatu pembelajaran dimana teknologi telah menfasilitasi kolaborasi dan komunikasi global diantara para siswa dan pendidik, kolaborasi ini telah mendorong munculnya keberagaman ide, keahlian dan sumber daya untuk mengatasi tantangan global secara lebih efektif; Kesembilan, Lifelong and Micricredentials, yaitu pembelajaran seumur hidup yang mengacu pada proses berkelanjutan untuk memperoleh pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan dalam dunia modern yang berubah dengan cepat. Microcredebtials bisa memungkinkan individu untuk memperoleh ketrampilan atau pengetahuan khusus dalam waktu yang singkat. Program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dalam waktu yang singkat. Program ini dirancang untuk memenuhikebutuhan industri tertentu dan dapat diperoleh melalui kursus online, lokakarya atau pengalaman belajar lainnya; Inclusive education, pendidik inklusif memastikan bahwa semua siswa dan sebagai warga negara untuk memperoleh pendidikan yang layak.

———– *** ————

Tags: