Ribuan Pedagang Kaki Lima se-Kabupaten Situbondo Dibantu Dana Stimulan

Deretan stan PKL yang ada di Kabupaten Situbondo akan mendapatkan dana bantuan stimulan dari Pemkab Situbondo. [sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
Dampak pandemi virus corona atau Covid-19 tak hanya menghantam persendian ekenomi semata. Para pelaku usaha kecil yang ada di Kota Santri Situbondo justeru ikut terpukul karena mengalami kesulitan permodalan. Kondisi ini dipandang Pemkab Situbondo melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Situbondo untuksegera melakukan langkah taktis dengan mengucurkan dana bantuan atau dana stimulan dalam waktu dekat ini.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Situbondo Abdul Kadir Jaelani mengatakan, rencana tersebut sudah valid karena Pemkab Situbondo sudah memberikan data penerima dari pekerja di sektor perdagangan dan perindustrian yang tergolong miskin dan sangat miskin. “Ya data penerima itu harus disesuaikan dengan DTD AKP (Data Tunggal Daerah Analisis Kependudukan Partisipatif) yang ada di Pemkab Situbondo,” ujar mantan Kabag Kesra Pemkab Situbondo itu.

Masih menurut Kadir, panggilan akrab Abdul Kadir Jaelani, selanjutnya data itu diambil sebanyak lima ribu orang lebih yang berhak mendapatkan bantuan dana stimulan. Tak cukup itu saja tahapannya, lanjut Kadir, para penerima masih harus menjalani tahap ferivikasi dari tiap tiap desa yang ada di Kabupaten Situbondo. “Ini agar penerima benar benar valid tercatat dalam data orang miskin dan orang sangat miskin,” tambah mantan Kepala Bidang (Kabid) Aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Situbondo itu.

Kadir kembali menuturkan, dari kesepakatan yang ada setiap PKL (pedagang kaki lima) atau pedagang asongan akan mendapatkan bantuan dana stimulan sebesar Rp 600 ribu rupiah untuk tiga bulan berjalan. Kadir mencontohkan, sebanyak 43 pedagang yang ada disekitar terminal Situbondo akan mendapatkan dana tersebut sebagai dana peningkatan usaha yang digelutinya. “Ya termasuk PKL dan asongan masuk dalam katagori tersebut. Tentunya mereka yang berstatus miskin dan sangat miskin yang dibantu. Tiap bulan besaran bantuannya Rp 200 ribu. Jadi kalau tiga bulan sebesar Rp 600 ribu,” ujar Kadir diruang kerjanya, Senin (15/6).

Salah satu penerima bantuan yang enggan namanya diungkapkan mengaku bangga sekaligus bersyukur akan mendapatkan dana stimulan dari Pemkab Situbondo. Dalam pandangan dia, bantuan uang senilai Rp 600 ribu tersebut lumayan cukup untuk memulai kembali usaha dagangannya yang sudah lama vakum. “Ya sejak adanaya pandemi corona itu saya tidak bisa berjualan karena minimnya modal. Dengan adanya rencana bantuan ini saya secepatnya akan kembali berjualan,” pungkasnya. [awi]

Tags: