Rico Chandra: PT GBRK Siap Jadi Wadah Industri Start up Baja Ringan

General Manager PT Gerai Baja Ringan Kepuh (GBRK), Rico Chandra B, Presdir PT Sunrise Steel, Henry Setiawan, Sekretaris Jenderal Kemperin, Achmad Sigit Dwiwahjono dan Direktur Jenderal Ilmate Kemperin, Taufiek Bawazier saat peresmian pabrik baja GBRK di Mojokerto, Jawa Timur.

Surabaya, Bhirawa
Dipicu kebutuhan masyarakat atas produk rangka atap pengganti kayu yang lebih praktis dan kuat membuat bermunculannya industri baja ringan akhir-akhir ini bak jamur sehingga dibutuhkannya adanya suatu standarisasi proses produksi yaitu ISO dan standarisasi produk yaitu SNI. Untuk itu perusahaan baja ringan, PT Gerai Baja Ringan Kepuh (GBRK) siap menjadi wadah bagi industri dari perusahaan rintisan atau startup baja ringan untuk mengembangkan usahanya.

General Manager PT Gerai Baja Ringan Kepuh, Rico Chandra B mengungkapkan berangkat dari kebutuhan tersebut, GBRK menyiapkan diri sebagai perusahaan dengan pabriknya di Mojokerto, Jawa Timur, sebagai wadah yang akan berfungsi sebagai pembina, pengayom, pembimbing bagi para calon startup yang ingin berbisnis baja ringan.

“Kita akan menyediakan mesin-mesin produksi, melatih semua karyawan, memberikan sistem teknologi informasi (TI), memasok bahan baku sesuai SNI, dan memastikan produk profil baja ringan merek berstandar SNI,” terangnya Selasa (1/12).

Rico menambahkan satu kepedulian GBRK untuk mendorong para startup di industri baja untuk memajukan usaha mereka. Untuk itu, produk baja ringan yang dijual dan dihasilkan dari proses produksi berstandar ISO dan produknya berstandar SNI.

“Kami ingin bergandengan tangan dengan pemerintah dalam rangka meningkatkan kontribusi rasio industrialisasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang makin menurun. Indonesia harus mengukuhkan diri sebagai negara industrialis, bukan hanya sebagai negara konsumtif,” ujarnya.

Sementara itu keberadaan GBRK sebagai wadah bagi startup baja ringan ini mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian (Kemperin). Beroperasinya GBRK juga ditandai dengan peresmian yang dilakukan oleh Direktur Jenderal Ilmate Kemperin, Dr Ir Taufiek Bawazier, M.Si beberapa waktu lalu.

Menurut Taufik kebutuhan baja nasional sekarang mencapai 20 juta ton per tahun. Sementara industri dalam negeri baru bisa memenuhi 60 persen. “Dengan hadirnya investasi baru, termasuk startup baru di industri baja yang akan memenuhi kebutuhan dalam dalam negeri, maka secara bertahap impor akan dikurangi dan industri baja kita akan kuat dengan suplay and demand yang kuat pula,” jelas Taufik.[riq]

Tags: