Rombongan Pemprov Jatim Datangi Pengobatan Ningsih Tinampi

Ningsih Tinampi saat mengobati pasiennya disaksikan langsung oleh rombongan tim Pemprov Jatim di pengobatan alternatifnya di Desa Karang Jati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (5/2). [Hilmi Husain]

Pasuruan, Bhirawa
Nama Ningsih Tinampi, dalam beberapa terakhir ini banyak dicari masyarakat luas usai praktik pengobatan alternatif miliknya viral di media sosial. Praktik pengobatan alternatif ala Ningsih Tinampi bisa viral, karena ia mempublikasikan video pengobatannya melalui YouTube.
Dokter alternatif tersebut banyak dicari masyarakat lokal hingga nasional untuk memberikan pengobatan, mulai dari penyakit yang tampak hingga tak kasat mata.
Mendapati hal itu, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jatim bersama Pemkab Pasuruan mendatangi pengobatan alternatif berbasis spiritual Ningsih Tinampi yang berada di Jalan Raya Lebaksari, Desa Karang Jati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Rabu (5/2).
Kedatangan OPD Pemprov Jatim yang terdiri dari Dinkes Jatim, Satpol PP Jatim, Kominfo Jatim, Kejati, Polda Jatim, Kejari Kabupaten Pasuruan dan Polres Pasuruan hingga Ikatan Dokter Indonesia dalam rangka melakukan pemantauan terhadap Ningsih Tinampi.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim melalui Kabid Pelayanan Kesehatan, Dian Islami menyampaikan kedatangannya untuk mengetahui langsung kondisi nyata pengobatan yang ada di rumah Ningsih Tinampi tersebut. Fungsi pemantauan untuk memberikan masukan atau usulan ke Ningsih Tinampi.
Terlebih dalam hal penanganan pengobatan alternatif, jadi pantauan untuk dapat dipastikan kenyamanan dan keamanannya. “Kunjungan ini, tak lain kami hanya ingin melihat secara langsung pengobatan Ningsih Tinampi. Karena, pengobatan ini melibatkan berbagai masyarakat tak hanya Jatim. Kami sudah rapat, selanjutnya kami melakukan kunjungan lapangan. Dari berbagai organisasi, instansi, turut melihat bagaimana tindakan pengobatan,” papar Dian Islami.
Hasil dari pengamatan secara bersama-sama, kata Dian, sebagian besar pasien yang berobat di Ningsih Tinampi mayoritas karena gangguan non medis. Hingga akhirnya, pihaknya belum bisa melakukan tindakan atau membuat resume terkait hal itu.
“Usai melihat secara langsung pengobatan yang dilakukan oleh Bu Ningsih, lebih ke tidak medis. Atau lebih ke suatu kepercayaan. Bukan regulasi kesehatan. Karenanya, kami tidak bisa menyatakan statement. Usai dari sini, kami akan meminta arahan dari Ibu Gubernur. Untuk keputusannya nanti,” tandas Dian Islami.
Selanjutnya, ia berpesan kepada Ningsih supaya memperhatikan aspek kebersihan lingkungan di tempat pengobatannya. Pasalnya, banyaknya pasien bisa menimbulkan berbagai penyakit.
Sedangkan Ketua IDI Kabupaten Pasuruan, dr Sujarwo mengungkapkan bahwa kedatangannya dalam rangka pembinaan. Yakni, memberikan masukan atau usulan ke Ningsih Tinampi. Selain itu, pihaknya ingin memberikan bantuan ke Ningsih Tinampi agar lebih tertata dalam memberikan pengobatan.
“Kami datang ke sini bukan suatu hal yang aneh. Tapi, hanya kunjungan, untuk memberikan pembinaan terhadap Ningsih Tinampi. Untuk teknisnya, Dinkes Jatim,” kata dr Sujarwo.
Sementara itu, Ningsih Tinampi menyampaikan semua pihak termasuk Dinkes Provinsi Jatim mendukung pengobatannya. Sebab, pengobatannya bukan tergolong cara medis pada umumnya.
“Dari hal pembicaraan tadi, semua mendukung. Termasuk pihak Kepolisian mendukung. Karena kebayakan pasien non medis. Apabila sifatnya pasien medis, silakan ke dokter, bukan ke saya,” tegas Ningsih Tinampi.
Sebelumnya, pertengahan Januari lalu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta Dinkes Jatim untuk memantau pengobatan alternatif Ningsih Tinampi. Permintaan itu timbul usai Ningsih Tinampi ramai diperbincangkan karena sempat mengaku bisa memanggil Nabi, Rasul hingga Malaikat. Meski pada akhirnya, Ia meminta maaf.
Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa pihaknya meminta Dinas Kesehatan Jatim untuk melakukan monitoring, terlebih Rektor Unair dan Dirut RS Dr Soetomo untuk mencari opsi ruang-ruang pengobatan seperti ini termonitor, terkontrol. Sehingga terhindar dari penggunaan malpraktik. [hil]

Tags: