RPH Kota Batu Belum Miliki NKV

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Kota Batu, Bhirawa
Sebagai kota wisata dan salah satu sentra produksi susu di Jatim, Kota Batu hingga saat ini ternyata belum memiliki Nomor Kontrol Verterinair (NKV) yang dikeluarkan Kementrian Pertanian.
Itulah mengapa Direktur Kesehatan Masyarakat Verterinair Kementrian Pertanian Ahmad Junaedi, mengingatkan agar Rumah Potong Hewan (RPH) melengkapi diri dengan fasilitas Verterinair.
Tujuannya agar produk daging ayam dan sapi, telur dan susu terjamin kesehatannya, tidak diawetkan dengan borack atau formalin.
“Sebagai kota wisata, Pemkot Batu harus menjamin daging ayam dan sapi, telur, serta susu memenuhi syarat kesehatan. Sehingga wisatawan, khususnya dari mancanegara tak ragu-ragu makan di kota Batu,” tegas Junaedi kepada wartawan, Senin (3/11).
Lebih lanjut dikatakan, RPH Kota Batu dan penampungan susu tidak memilik Nomor Kontrol Verterinair (NKV) yang dikeluarkan Kementrian Pertanian. “Yang sudah resmi saja belum memiliki, apalagi sejumlah tempat pemotongan ayam yang dilakukan secara rumahan,” tuturnya.
Untuk mendapatkan NKV, ada sejumlah persyaratan teknis yang harus dipenuhi, diantaranya yaitu fasilitas bangunan dan Sumber Daya Manusia (SDM). “Ada kriteria teknis yang harus dipenuhi untuk mendapatkan NKV. Sebelum diberikan, maka statusnya baru pra NKV,” jelasnya.
Ditambahkan, saat ini sudah mulai muncul serbuan daging impor ke pasar dalam negeri, sehingga RPH harus mengantisipasinya dengan fasilitas verterinair agar mampu bersaing dengan produk daging impor. [sup]

Rate this article!
Tags: