RSUD dr Moh Saleh Kota Proboloinggo Naik Kelas Jadi Tipe B

Foto: Kini RSUD Moh Saleh menjadi tipe B.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kota Probolinggo, Bhirawa
Setelah turun kelas hampir satu tahun setelah lamanya, kini RSUD dr Mohamad Saleh kembali naik kelas. Dari sebelumnya tipe C, saat ini naik menjadi kelas B kembali. RSUD dr Mohamad Saleh kembali naik kelas setelah memiliki dua subspesialis. Dua subspesialis ini adalah syarat minimal yang harus dimiliki untuk menjadi rumah sakit tipe B.

Humas RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo Endah Ningrum Kamis 23/7/2020 menjelaskan, RSUD saat ini memang kembali jadi rumah sakit tipe B. Sebab, dua subspesialis dari empat spesialis dasar yang harus ada di kelas B, sudah terpenuhi. Sedangkan empat spesialis dasar yang harus ada, sudah lama terpenuhi.

Menurut Endah, ada syarat khusus dari Kemenkes tentang kelas rumah sakit. Salah satunya, rumah sakit Kelas B harus memiliki empat spesialis dasar dan minimal dua subspesialis.

Pada 28 Agustus 2019, kelas RSUD dr Mohamad Saleh turun. Dari awalnya kelas B, menjadi kelas C. Penyebabnya, karena saat itu RSUD tidak memiliki minimal dua subspesialis yang disyaratkan untuk rumah sakit tipe B.

Saat ini, dua subspesialis yang disyarakatkan sudah terpenuhi. Sehingga, RSUD dr Mohamad Saleh kembali naik kelas menjadi rumah sakit kelas B. “Untuk legalnya belum kami terima secara resmi. Untuk lebih jelasnya, bisa tanya ke dr Abraar,” katanya.

Adapun empat spesialis dasar yang telah terpenuhi yaitu spesialis Obgyn atau kandungan (Sp.OG.), spesialis bedah, spesialis penyakit dalam, dan spesialis anak. Sementara subspesialis yang dimiliki saat ini menurut Dirut RSUD dr Moh Saleh dr. Abraar HS Kuddah, ada dua. Yaitu, subspesialis hematologi dan onkologi.

Sealain itu sudah lama RSUD dr M Saleh menerapkan penggunaan pendaftaran bagi warga pasien dalam rawat inap di instansi tersebut. Adapun tehnis dalam penggunaan fasilitas secara online ini bisa diakses warga melalui website RSUD , inovasi layanan di RSUD ,ini makin hari kita munculkan layanan dalam bentuk internet yakni pendaftaran via online

“Ini merupakan salah satu bentuk terobosan yang bertujuan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, dalam bulan April ini layanan tersebut sudah bisa diakses/dipergunakan.selain telah kita lengkapi fasilitas pelayanan medis dengan peralatan serba canggih, diharapkan dengan makin meningkatnya item layanan di instansi ini, tentunya akan memberi akses kemudahan bagi warga,” ujar dr.Abraar.

Tidak kalah pentingnya tidak lama lagi, Rumah Sakit rujukan yang menjadi misi visi Wali Kota Probolinggo, akan terwujud. Tahapan pembangunannya direncanakan akan dimulai tahun 2020. Bahkan, kementrian Kesehatan berkunjung ke Kota Probolinggo, melihat langsung RS lama dan lahan RS baru. Hal tersebut diungkap Wali Kota Hadi Zainal Abidin,Kamis 23/7.

Menurutnya, pembangunan rumah sakit rujukan sudah On Progress dan pembangunannya sudah dimulai tahun 2020, dengan lebih dulu membangun jembatannya. Bahkan dari kementrian kesehatan mengunjungi Kota Probolinggo. Selain melihat langsung kondisi RSUD dr Muhammad Saleh, kemenrian dipimpin oleh Kasubdit Fasyankes Rujukan Ditjen Yankes Kementerian Kesehatan RI, Mujaddid, juga berkunjung ke lahan yang dipersiapkan untuk rumah sakit rujukan. Yakni, di areal yang ada di Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kademangan.

Tahun ini sudah dianggarkan akses berupa jembatan dan pagar yang akan dibangun di lahan tersebut. Nantinya, RS yang akan dibangun arahnya ke tipe B. Meski dalam tahapannya akan menjadi RS tumbuh. Di RSUD dr Mohamad Saleh sendiri lingkungannya sudah padat dan tidak mungkin dikembangkan lagi. Banyak pasien yang harus ditampung. Baik dari dalam atau luar Kota Probolinggo.

“Kami berusaha semaksimal mungkin. Semua sudah memberikan arahan. Insyallah sudah semakin mengerucut ke arah pembangunan. Untuk itu mohon dukungan dan doa dari semuanya. Mindsetnya harus begini, kalau tidak kita mulai sekarang, kapan lagi? Tantangan ke depan juga semakin besar,” jelasnya.

Kepala Bappeda Rey Siwigtiyo membenarkan, kalau rumah sakit rujukan akan dimulai tahun ini pembangunannya. Hanya saja pembangunannya tidak sekaligus rampung, tetapi bertahap. Tahapan awal, bangunan fisik yang akan dibangun, pagar dan jembatan yang akan dipakai akses dari jalan raya Profesor Hamka menuju lokasi rumah sakit.

Dananya, dari APBD Kota Probolinggo dan bantuan pemerintah pusat dan provinsi Jawa Timur. Hanya saja, bapak yang biasa dipanggil Tiyok ini, tidak menjelaskan jumlahnya. Tahapan berikutnya, pembangunan fisik gedung pasien serta perkantoran. “Ya, pelan-pelan. Kalau sekaligus, dananya tidak mencukupi,” tandasnya.

Rumah sakit yang baru tersebut lanjut Tiyok akan menempati lahan sekitar 3,8 hektar. Nantinya akan diperluas menjadi 5 hingga 10 hektar. Perluasannya, sebagian akan memanfaatkan tanah asset dan sebagian tanah warga yang berlokasi di sekitar rumah sakit. “Disana nanti, tidak hanya rumah sakit. Ada tempat bermain, kolam dan lain-lain. Ya semacam tempat pariwisata,” tambahnya.

Menurutnya, lahan rumah sakit seluas 10 hektar itu nantinya, tidak seluruhnya untuk fisik rumah sakit, tetapi akan ditata sedemikian rupa, sehingga ramah lingkungan. Tiyok menyebut, master plannya sudah jadi, termasuk review kajian dan review DED-nya. “Nantinya tidak semrawut seperti RSUD yang sudah ada. Semuanya ditata, termasuk parkir. Jadi gedungnya nanti keatas,” paparnya.

Tiyok mengaku belum mengetahui, kapan rumah sakit yang baru itu ditempati. Yang jelas, setelah sebagian gedungnya rampung digarap. Rumah sakit di wilayah selatan itu akan diberi nama Rumah Sakit (RS) Tumbuh Berkembang dan berstatus kelas C. Mengingat, RS yang dimaksud akan ditumbu-kembangkan hingga menjadi RS rujukan bertipe B. “Ya, seperti itu. Kan kami sudah memiliki RS tipe B. Ya, RSUD dr Muhammad saleh itu, dimana nantinya Rs yang lama tersebut akan menjadi rumah sakit spesialis,” tambahnya.(Wap)

Tags: