RSUD dr Soetomo Targetkan Sertivikat JCI

Graha Amerta rsud dr soetomoPemprov Jatim, Bhirawa
Setelah sukses menyabet akreditasi paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), RSUD dr Soetomo mengincar mengondol sertifikat internasional dari Joint Comission International (JCI).
Hingga kini rumah sakit rujukan terbesar Indonesia bagian timur ini tengah menyiapkan tenaga sumber daya manusia (SDM) dan sarana serta prasaranan yang mendukung tercapainya sertivikat bergengsi ini.
Direktur RSUD dr Seotomo, dr Dodo Anondo mengatakan, saat ini Soetomo telah menjadi salah satu dari 14 rumah sakit rujukan nasional di Indonesia.  Untuk mencapai sertifikat JCI sendiri, lanjutnya, fisik rumah sakit harus bagus, tidak ada antrean di loket, disiplin pasien harus bagus. Ini karena orang luar negeri yang akan menilai. Respons time penanganan juga maksimal 30 menit
”Ini untuk menghadapi MEA 2015, jadi orang luar negeri bisa berobat atau cek kesehatan di RSUD dr Soetomo. Ini juga untuk mendukung healt tourism,” pungkasnya.  Ia yakin evaluasi yang dilakukan KARS bukan untuk menjatuhkan RSUD dr Soetomo, tapi justru menjadi kritik. Dikatakan, pelayanan rumah sakit sudah standar.
“Jika dulu kita melihat pasien IRD/IGD banyak yang tercecer belum mendapatkan pelayanan tapi sekarang sudah banyak tenaga kesehatan yang menanganinya,” tambahnya.
Tentang banyak pasien yang masih mengeluhkan pelayanan, ia menyebut rencananya para pegawai RSUD dr Soetomo akan dilatih basic live support (P3K). Setiap pegawai di RSUD dr Soetomo harus bisa melakukan P3K, misalnya menangani pasien terkena serangan jantung.
Pasien juga harus diberi tahu soal obat yang diberikan dari dokter atau perawat. Jika keluarga pasien merasa tidak cocok obatnya, mereka bisa komplain. Namun jika akan mengganti jenis obat, harus seizin dokter yang menanganinya. Hal ini untuk menghindari dugaan kejadian yang tidak diinginkan seperti malapraktik dan juga untuk patient safety (keselamatan pasien). [dna]

Tags: