Rupiah Anjlok, Perhotelan Terapkan Dynamic Rates

Tatok Hariyanto

Tatok Hariyanto

Surabaya, Bhirawa
Mengantisipasi anjloknya nilai rupiah, beberapa perhotelan di Surabaya mulai menerapkan  dynamic rates untuk mempertahankan okupansi mengingat persaingan hotel yang juga begitu ketat.
PR & Communications Manager Pullman & Area Accor, East Java, Tatok Hariyanto mengatakan, dengan dynamic rates pihaknya bisa mengontrol tingkat hunian kamar.
“Semua Accor groupmenggunkan sistem dynamic rates ini sebab disini kami bisa mengatur okupansi dimana okupansi sedang naik kami naikkan harga sedangkan saat okupansi turun kami turun harga dan biasanya yang paling berminat dengan sistem ini adalah travel agent online,” ungkap Tatok.
Selain itu dynamic rates juga bisa mengontrol pertumbuhan hotel saat ekonomi sedang melambat seperti ini dan juga terhadap nilai tukar rupiah yang anjlok. “Tidak ada pengaruh sama sekali dengan keadaan ekonomi saat ini yang lagi lesu maupun nilai tukar rupiah yang melemah, terbukti okupansi di hotel kami masih tetap diatas 70 persen,” terangnya.
Namun pihanya juga tidak hanya mengandalkan dynamic rates saja tapi juga menjalin kerjasama dengan beberapa instansi maupun corporate. “Selain dengan top travel agent juga menjalin beberap kontrak, seperti dengan airlines yang hampir setiap harinya bisa mengisi 80 kamar, selain itu juga kontrak rates dengan corporate-corporate,” jelas Tatok.
Sementara Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, M Soleh, pihaknya membenarkan kalau strategi dynamic rates itu memang mampu mendongkrak okupansi karena bisa melihat kondisi.
“Kalau masih ada hotel yang tidak menggunakan strategi itu ditengah ketatnya persaingan saat ini maka dia akan kalah bersaing. Soalnya dalam sehari hotel bisa merubah rates 5 hingga 10 kali, jadi saat okupansi naik 70 persen mereka akan menaikkan harga tapi saat dibawah 60 persen harga akan turun,” ujarnya.
Sedangkan terkait dengan anjloknya rupiah, Soleh meyankinkan secara jangka pendek masih belum ada pengaruhnya sebab wisatawan mancanegara lebih diuntungkan saat datang ke Indonesia karena biaya yang dikeluarkan lebih murah.
“Wisatawan mancanegara itu sebenarnya kalau ingin berwisata sebelumnya sudah diplanning jauh-jauh hari sekitar 6 bulan hingga 1 tahun untuk membeli paketan ke travel agent jadi melemahnya ekonomi maupun rupiah tidak akan berpengaruh,” tandasnya. [riq]

Tags: