Ruwatan Bersih-bersih Desa di Pasuruan

Sejumlah warga Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan saat membawa replika tikus dalam gelaran kirab ruwatan serta bersih-bersih desa untuk mengusir hama tikus, Rabu (9/9) sore.

Sejumlah warga Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan saat membawa replika tikus dalam gelaran kirab ruwatan serta bersih-bersih desa untuk mengusir hama tikus, Rabu (9/9) sore.

Berharap Tak Diganggu Hama Tikus dan Panen Lancar
Kabupaten Pasuruan, Bhirawa
Ratusan warga Dusun Kasiran, Desa Rejoso Lor, Kecamatan Rejoso Kabupaten Pasuruan menggelar ruwatan bersih-bersih desa, Rabu (9/9) sore. Ruwatan dalam bentuk kirab tersebut untuk mengusir hama lantaran sejak dua musim tanam di desanya selalu diganggu hama tikus.
Iring-iringan warga yang mengikuti kirab sepanjang 3 km berasal dari enam dusun. Mereka membawa gunungan tumpeng dan hasil bumi sejak pukul 15.00  menuju Balai Desa Rejoso Lor. Para pengusung gunungan sebagian mengenakan jas sebagai simbol petani di dusun tersebut sudah mengadopsi teknik pertanian modern.
Gunungan hasil bumi lengkap itu berisikan ketela, aneka sayur-mayur, durian, alpukat dan lain sebagainya. Tak ketinggalan kepala sapi di puncaknya. Setelah sampai di  Balai Desa, gunungan itu langsung didoakan. Beberapa menit kemudian, seluruh isi gunungan habis diperebutkan dan disantap bersama.
Kepala Desa Rejoso Lor Humaidi JM Buwono menjelaskan acara ruwatan ini agar pertanian di desanya terbebas dari hama tikus.  “Ruwatan ini untuk mengusir hama tikus, karena hama ini cukup mengkhawatirkan warga Desa Rejoso Lor. Untuk pengairan, desa kami tak mengalami kekeringan meski saat ini kemarau berkepanjangan,” ujar Humaidi JM Buwono, Rabu (9/9) sore.
Tentu saja, prosesi rebutan gunungan tersebut mengundang perhatian rombongan turis Amerika yang sedang menuju Gunung Bromo. Apalagi saat itu rombongan turis kebetulan melewati jalan desa setempat.
“Rebutan gunungan tadi sangatlah menarik. Karena hal seperti itu tidak ada di negara kami. Kami sangatlah beruntung bisa menyaksikannya,” kata Jane Adams, turis asal California yang diartikan pemandu wisata yang mendampinginya.
Rangkaian ruwatan diawali dengan khataman AlQuran di enam dusun sebanyak 60 hafidz/hafidza. Selanjutnya akan dilaksanakan pementasan wayang yang dibawakan oleh dalang Ki Rokhmad dari Mojokerto,  Minggu (13/9).
Dalam lakon wayang tersebut, Humaidi dan warganya percaya gelaran itu menjadi simbol harapan panen pertanian di desanya makin melimpah. Selain itu, ruwatan ini hanyalah simbol pengharapan panen melimpah karena sudah memasuki musim tanam. “Untuk langkah-langkah selanjutnya, kami pasti akan melakukan langkah swadaya. Misalnya razia massal hama tikus dan lain sebagainya. Harapan kami  Pemkab Pasuruan bisa memberi bantuan untuk membasmi hama tikus ini,” papar Humaidi.
Sementara itu, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menyampaikan akan membantu menyelesaikan persoalan hama tikus tersebut. Termasuk juga pemberian bantuan obat hama tikusnya.  “Apa yang dibutuhkan warga Desa Rejoso Lor akan saya upayakan, termasuk memerangi hama tikus. Saya juga menginginkan warga di sini panennya lancar,” jelas Irsyad Yusuf.  [Hilmi Husain]

Tags: