Saat Dua Jurnalis Cilik Mewawancarai Gubernur Jatim

Surabaya, Bhirawa
Kegiatan konsolidasi yang dilaksanakan Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim, pada Jumat (14/2) menjadi momentum berharga untuk Jurnalis Cilik Muhlas (JCM), SD Muhammadiyah 11 Surabaya. Duet JCM, Bellinda Alayya dan Frisca Zanetta melakukan liputan. Bagi mereka menjalankan tugas ini sangatlah istimewa.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung PWM berlokasi di Kertomenanggal dihadiri langsung Gubernur, Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak. Kedatangan orang nomer satu di Jawa Timur, tentu saja membuat kedua jurnalis cilik dihinggapi perasaan gugup yang luar biasa.
Ketika Wagub Jatim, Emil Dardak datang terlebih dulu, kedua Jurnalis cilik Muhlas sangat nervous. Mereka sangat tegang tatkala Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawangsa tiba di depan Gedung PWM Jatim.
Ketika Gubernur Jatim turun dari mobil, kedua jurnalis cilik menyapa dan bersalaman. Ketika Gubernur Jatim bergegas masuk ke lantai tiga gedung, kedua jurnalis cilik beraksi memegang kamera dengan tugas yang berbeda. Bellinda menjadi juru kamera, dan Frisca merekam video kegiatan.
Aksi mereka yang masih dihinggapi perasaan deg deg an tak luput dari sorotan tamu yang hadir. Tak hanya itu, Gubenur Jatim menyatakan kepada kedua jurnalis SD bermotto Sekolah Prestasi untuk menunggu kegiatan sampai selesai. Mendengar pernyataan Gubernur Jatim disambut senyum sumringah kedua jurnalis cilik.
“Jujur, bisa bersalaman dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim bagaikan mimpi. Kami tidak menyangka bisa bertemu dengan kedua pejabat publik di PWM Jatim,” ujar Anak dari Ibunda Melissa Aprillia Devi.
Setelah kegiatan usai, Gubernur Jatim pun menghampiri kedua Jurnalis Cilik. Dengan kelembutan, sang Gubernur bersedia diwawancarai sambil berjalan masuk ke dalam lift. Proses wawancara dengan dua pertanyaan telah menjadikan pengalaman berharga bagi kedua Jurnalis Cilik ini.
“Sungguh. Perasaan gugup yang luar biasa saat berhadapan langsung dengan Gubernur Jatim tidak bisa hilang. Beruntung, pembina yang mendampingi dan karakter terbuka Ibu Gubernur membuat kita bisa wawancara dengan lancar,” tegas Bellinda.
Kepala SD Muhammadiyah 11 Surabaya, Ustadz Irwan, sangat mengapresiasi yang dilakukan kedua Jurnalis Cilik. Dengan kesempatan yang belum tentu datang dua kali, mereka bisa menunjukan potensinya.
“Kami sangat bangga dengan kedua jurnalis cilik yang rela menunggu kedatangan sampai kegiatan selesai untuk wawancara dengan Gubernur Jatim. Mereka dengan pantang pulang sebelum mewawancarai Bu Khofifah,” katanya bangga. [fen]

Tags: