Sahabat Nurul Hayat Gelontor Air Bersih untuk Warga Gresik yang Kekeringan

Warga saat antri melakukan pengisian air dari tangki. [kerin Ikanto/bhirawa]

Gresik, Bhirawa
Dengan mengandeng PT Pembangkit Jawa – Bali (PJB) Gresik, Sahabat Sejuk Nurul Hayat gelontor air bersih untuk kemanusiaan, khususnya warga desa terdampak kekeringan. Program air bersih tersebut dikhususkan untuk warga desa yang terdampak kekeringan.

Dengan antusias dan penuh semangat, warga mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari karena sumur mereka sudah tidak ada sumber airnya.

“Ada yang membawa gerobak. Ada yang mengayuh sepeda. Mayoritas ibu-ibu. Tapi kalau tenaga, tidak diragukan. Jerigen demi jerigen diangkut. Demi kebutuhan air bersih. Semoga bermanfaat. Aamiin,” ungkap Kepala Cabang Nurul Hayat (NH) Gresik Sholikhul Amin, Rabu (5/10/2022).

Untuk diketahui, Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Gresik Darmawan menyebut dampak kemarau panjang, sebanyak 54 desa di 11 Kecamatan di Gresik terancam kekeringan. Bahkan 9 diantaranya sudah terdampak kekeringan hingga kekurangan air bersih.

“Ada 54 desa yang berpotensi mengalami kekeringan, tapi belum terdampak, karena saat ini sumber airnya masih mencukupi. Sementara yang sudah terdampak dan mengalami kekeringan ada 9 desa di 3 kecamatan,” jelas Darmawan, Rabu (5/10/2022).

Untuk menanggulangi itu, BPBD Gresik melakukan dropping puluhan tangki air bersih di sejumlah kecamatan. Tercatat, sudah 9 desa yang diberikan bantuan air bersih.

“Total tangki air yang sudah kita kirim ada 42 tangki. Itu untuk 9 desa dari 3 kecamatan,” kata Darmawan. Dikatakan Dharmawan, kekeringan yang paling banyak di Kecamatan Duduksampeyan. BPBD sudah menerjunkan truk tangki untuk melakukan supply air bersih di Desa Petis Benem dan sejumlah desa yang terdampak kekeringan. [eri.dre]

Tags: