Sajak-sajak Moehammad Abdoe

PAHLAWAN 1945

Oleh :
Moehammad Abdoe

Sebening mutiara embun fajar
Dalam kemilau cahaya cermin yang retak
Masih kautengadah kepak karunia
Luruh menabur langit nan jingga

Menjadi seputih kapas terik birunya tawang
Teguh mengambil sikap
Sungai tubuhmu yang memancar sedap mawar
Anggun di palung sukmaku

Betapa suatu hari nanti
Matahari siang akan sangat rindu terbayang
Gerak wujudmu yang tersembunyi
Di bait sajakku

Malang, 15 Agustus 2020.

BUNG TOMO

Di kotamu Surabaya
Gema takbir berbaur aroma mesiu
Memayungi senapan udara dan bambu runcing
Tanduk pertempuran sepuluh november
Oleh Bung Tomo
Sang orator ulung zaman kemerdekaan
Bersama darah juang arek-arek Suroboyo
Melawan sekutu Inggris
Merebut kembali hak kemerdekaan
Keutuhan bangsa
Indonesia!

Malang, 16 Agustus 2020.

TANAH PUSAKA RAYA

Indonesia
Tujuh belas ribu lima ratus delapan baris pulau
Dari Sabang hingga Merauke
Tuhan telah menumpahkan rahmatnya
Yang menyatu dengan darah daging kami
Pulau terkaya akan budaya dan aneka ragam hayati
Penghasil rempahrempah terbaik
Yang menjadi mata incaran banyak bangsa
Sedari dulu nenek moyang kami
Dengan kemerdekaan yang telah diberikan Tuhan
Kepada para patriot sejati yang rela gugur di medan tempur
Demi citacita kemerdekaan suatu bangsa
Tanah pusaka yang kini menjadi tempat sujud kita
Yang hingga detik ini pula harus dijaga
Oleh segenap putra putri pewaris bangsa
Indonesia

Malang, 16 Agustus 2020.

PECI HITAM MAHKOTA
-Jenderal Soedirman-

Di kepalamu, Bung
apakah niscaya yang kausunggi
lebih daripada mahkota raja
yang tak seorang dari tangan mereka menumpahkan
nilai-nilai yang tengah kaujunjung
kepada Rabbmu.

Meski seribu pasukan serdadu
datang dari segala penjuru mata angin
selama getir darahmu masih dapat mengalir
dadamu tetap busung menerjang
melawan!

Malang, 21 Agustus 2020.

Moehammad Abdoe, anggota Komunitas Bisa Menulis (KBM grup 2013). Mendirikan komunitas Pemuda Desa Merdeka (PDM 2015) dengan gerakan bercondong ke tema-tema sosial dan seni musik jalanan. Karya-karyanya berupa puisi dan cerpen terbit di berbagai media massa lokal dan nasional, serta diabadikan di berbagai buku antologi bersama. Saat ini, ia bermukim di sebuah desa kecil di bawah lereng bukit kapur (Malang).

Rate this article!
Tags: