Sakit, Sekda Kabupaten Blitar Meninggal di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

Tampak jenazah Sekda Kabupaten Blitar, Totok Subihandono saat akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Masjid Jami’ Mustawan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, Minggu (24/1).

[Hartono/Bhirawa]
Kabupaten Blitar, Bhirawa
Pemkab Blitar berduka, karena sakit Sekda Kabupaten Blitar Totok Subihandono berpulang ke rahmatullah, Sabtu (23/1) malam sekitar jam 21.00 WIB di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.

Sebelumnya Sekda Totok Subihandono berjuang keras melawan sakit di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar, namu Tuhan YME berkehendak lain yang akhirnya Totok Subihandono meninggal dalam perawatan intensif tim dokter rumah sakit milik Pemkab Blitar itu.

Di mata para pegawai di lingkup Pemkab Blitar, Totok Subihandono merupakan sosok yang pekerja keras, bahkan sebelum menjabat sebagai Sekretaris Daerah (sekda) Kabupaten Blitar, Totok malang melintang di sejumlah jabatan strategis, seperti Kabag Humas dan Protokol, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Kepala Dinas Pendidikan, hingga pernah mengelola atau menjadi manager PSBI Blitar.

“Dalam beberapa minggu terakhir ini, beliau mendapatkan perawatan intensif dari tim dokter karena menderita sakit penyakit dalam, namun negatif Covid-19,” kata Plh. Sekda Kabupaten Blitar, Mujianto usai menghadiri pemakaman bersama Bupati Blitar, Rijanto di pemakaman Masjid Jami’ Mustawan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, Minggu (24/1).

Bahkan kabar meninggalnya Sekda Totok Subianto sebagai orang nomor satu di jajaran ASN Pemkab Blitar ini, disampaikan melalui medsos Pemkab Blitar Facebook maupun Instagram sejak Sabtu (23/1) malam dengan isi “selamat malam dulur Blitar, Segenap jajaran Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Blitar turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Drs. Totok Subihandono M.Si, Sekda Kabupaten Blitar. Semoga almarhum husnul khatimah & diterima segala amal ibadahnya. Serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan “.

Selain itu dikatakan Mujianto selama ini almarhum Totok dikenal sebagai pejabat yang ramah, serta bisa menerima siapapun untuk berinteraksi baik sekedar kenal maupun urusan pekerjaan. Beberapa jabatan strategis sempat diemban mantan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Blitar ini, diantaranya mulai Camat, Kepala BKD, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala KBKS hingga menjabat pucuk pimpinan ASN sebagai Sekda Kabupaten Blitar pada Mei 2017 menggantikan Palal Ali Santoso.

Adapun penyebab beliau meninggal dari informasi yang dihimpun, karena menderita sakit kanker paru-paru, dimana penyakit tersebut sudah diderita beberapa tahun, bahkan menjalani sampai perawatan rumah sakit.

“Sebelumnya kondisinya juga sempat membaik, melakukan obat jalan serta masuk bekerja seperti biasa. Namun kondisinya tiba-tiba ngedrop, ternyata kanker paru-paru yang dialaminya muncul kembali. Upaya pengobatan sudah dilakukan di RSUD Syaiful Anwar Malang, namun beliau minta dirawat jalan di rumahnya di Nglegok, dan Sabtu sore kemarin saya mendapat kabar dari Bu Woro (Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dr Endah Woro Utami) kalau kondisi Pak Totok kritis,” ujarnya. [htn]

Tags: