Sambut Ramadan, Gus Ipul Tata Terminal Wisata

Wali Kota Pasuruan, H Saifullah Yusuf saat sidak terminal wisata di Jalan Letjen R Soeprapto, Kelurahan Kandangsapi, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. [Hilmi Husain/Bhirawa]

Pemkot Pasuruan, Bhirawa
Pemkot Pasuruan segera menata terminal wisata di Jalan Letjen R Soeprapto, Kelurahan Kandangsapi, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan.

Penataan yang dimaksud supaya masyarakat maupun para peziarah yang berada di dalamnya bisa nyaman dan betah. Terlebih, menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1442 H.

“Maksudnya ditata itu hanya dilengkapi. Yakni kebersihannya harus dijaga, lampu harus terang, airnya harus lancar. Sehingga orang dan peziarah bisa nyaman. Yang penting nyaman untuk semuanya dapat layanan yang baik,” ujar Wali Kota Pasuruan, H Saifullah Yusuf disela-sela inspeksi mendadaknya, Sabtu (3/4).

Pihaknya meminta OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait untuk semakin mempercantik terminal wisata dengan pengecatan warna-warni.

Selanjutnya, memasang lampu-lampu taman, memperbanyak area cuci tangan dan air bersih hingga penambahan spot selfie (area foto) agar menarik wisatawan yang akan berziarah ke makam KH Abdul Hamid.

“Semua fasilitas-fasilitas itu nanti supaya para peziarah atau wisatawan nyaman dan mampir ke terminal wisata,” terang Gus Ipul. Tak hanya itu, terminal wisata juga akan dilengkapi dengan musik religi. Para PKL yang berjualan juga akan diarahkan mengikuti tema-tema tertentu. Antara lain akan ada yang khusus berjualan nasi kebuli, nasi mandi serta kuliner khas timur tengah.

“Bahkan, rawon khas Pasuruan juga harus ada yang jual. Tujuannya agar nuansa Pasuruan bisa terasa,” jelasnya. Dalam menyambut Ramadan dan lebaran Idul Fitri, Gus Ipul meminta toko-toko untuk dapat beroperasi pada jam menjelang berbuka atau menunggu waktu sahur. Tentunya wajib menerapkan protokol kesehatan.

“Harapan saya disamping sebagai terminal, bisa jadi tempat orang ngabuburit, nunggu buka puasa, kalau perlu sahur bersama. Musala dibersihkan, toilet juga harus bersih,” urai Gus Ipul.

Seluruh tukang becak yang tergabung dalam becak wisata juga akan ditata. Hal itu supaya tak berebut dan tertib. Sekadar diketahui dalam 7-8 bulan terakhir, terminal wisata di Kota Pasuruan kondisnya kurang baik. Hal itu dikarenakan pandemi Covid-19. Imbasnya adalah toko-toko di sekitar terminal tutup.n [hil]

Tags: