Sampaikan Petugas Gerbong Bila AC Tak Dingin

11-kereta-api

Foto: ilustrasi

Surabaya, Bhirawa
Banyaknya keluhan dari masyarakat tentang gerbong kereta api yang panas, karena kurang maksimalnya kerja pendingin udara sehingga membuat masyarakat merasa gerah dan kurang nyaman. Hal itu ditambah adanya larangan membuka jendela yang terdapat di gerbong telah membuat suasana gerbong menjadi bau keringat. Kurang maksimalnya pendingin udara atau Air Conditioner (AC), terdapat pada kereta untuk kelas ekonomi dan bisnis.
Menurut Humas PT KAI Daop VIII Surabaya, Soemarsono, penumpang yang kurang nyaman karena AC di gerbong yang tak bisa maksimal dapat menyampaikan kepada petugas terkait yang berada di dalam gerbong kereta api.
“Penumpang tak perlu takut untuk melaporkan kepada petugas terkait ruangan yang panas. Karena AC itu merupakan fasilitas kenyamanan yang harus dinikmati penumpang,” ujarnya di Gubeng Surabaya, Kamis (19/6) kemarin.
Lebih lanjut, Soemarsono menjelaskan, petugas akan melakukan penyesuaian suhu ketika ada permintaan dari penumpang. Biasanya keinginan penumpang bermacam-macam, ada yang meminta suhu sejuk atau hangat, jadi ketika dilakukan perubahan temperature ke hangat, suhunya tidak dikembalikan yang dingin.
“Di dalam kereta terdapat banyak orang, jadi ketika ada salah satu penumpang meminta untuk mengganti suhu ke agak hangat, maka dilakukan. Tetapi ketika ada orang yang membutuhkan¬† suhu sejuk, penumpang enggan untuk menyampaikan. Suhu yang digunakan digerbong pada malam hari berkisar antara 23-25 derjat,” terang pria yang baru beberapa minggu menjabat Kepala Daop VIII Surabaya.
KAI selalu melakukan perawatan menyeluruh untuk seluruh gerbong yang ada. Baik sebelum berangkat menuju stasiun keberangkatan maupun setelah sampai di stasiun tujuan kembali dilakukan perawatan ulang.
Sementara itu, penumpang yang ditemui Bhirawa mengungkapkan kalau AC di kereta dipastikan mati. Karena ketika melakukan pengecekan dengan tangan di lubang AC tidak terdapat angin maupun hawa dingin yang mengalir.
“Kereta yang saya tumpangi adalah Penataran Ekspres pada tanggal 7 Juni. Di dalam gerbong kereta, saya cek AC ternyata angin dan hawa dinginnya tak keluar. Sehingga ruangan terasa panas, dan ada larangan untuk membuka jendela. Saya juga meminta untuk menambah gerbong kereta, karena untuk mendapatkan tiket kereta untuk tanggal 5 Juni tak mendapatkan,” jelas Rahmat Caesar salah satu pengguna kereta api.
sRahmat menitipkan pesan, agar pelayanan kereta perlu ditingkatkan, karena selama ini pelayanan terhadap pelanggan masih kurang. Terutama untuk harga makanan di dalam kereta yang dianggapnya masih terlalu mahal. [wil]

Tags: