Sasi Sapora: Cara Unik Bikin Sekolah Cantik

Sasi Sapora: Cara Unik Bikin Sekolah Cantik

Sidoarjo, Bhirawa
Lingkungan sekolah hijau, sejuk, dan asri akan membuat warga sekolah betah berlama-lama tinggal di dalamnya. Banyaknya pepohonan akan menyediakan udara segar berlimpah.
Melibatkan peserta didik dalam menciptakan sekolah sejuk dan asri, adalah hal yang sangat menarik. Dengan melibatkan siswa, diharapkan bisa ikut bertanggungjawab dalam perawatannya.
Ariyani Purwaningsih. guru SDN Ketajen 2 melakukan kegiatan sederhana yang diberi nama Sasi Sapora. Akronim dari Satu Siswa Satu Pohon Rawat.
Teknis kegiatan ini adalah setiap siswa wajib membawa satu pohon atau tanaman ke sekolah. Selanjutnya, siswa tersebut berat a nggih jawab pada perawatan pohon yang dibawanya. Apabila pohon mengalami masalah, seperti layu atau membusuk, mereka wajib merawat hingga pulih. Tetapi bila pohon tersebut mati, maka mereka harus menggantinya dengan yang baru.
Setelah berjalan sembilan bulan, mulai nampak hasil nya. Tanaman di sekolah terlihat lebih hijau dan terawat. Karena para siswa terlibat aktif dalam perawatan pepohonan. Bahkan saling mengingatkan.
“Kegiatan ini sangat menarik. Dengan melibatkan anak-anak, maka melatih kepedulian dan tanggung jawab mereka,” jelas Wachidaini.
Senada dengan Wachidaini, Susanto berpendapat, “Kegiatan ini membuat sekolah terlihat lebih hijau, segar, dan sejuk. Apalagi dukungan walimurid yang sangat baik, membuat kegiatan ini berjalan baik dan lancar.”
“Dengan merawat pohon, saya belajar bertanggung jawab dan peduli pada pohon yang saya rawat. Jangan sampai layu atau mati,” kata Calista sambil menyiram pohon rawatnya.
Dengan kerjasama yang baik antara siswa, guru, dan walimurid, sekolah hijau rak lagi sulit diwujudkan. Dengan dukungan walimurid, sekolah bisa mewujudkan sekolah hijau dengan biaya terjangkau.
Keuntungan lain yang dapat dipetik adalah menumbuhkan karakter pedulu, gotong royong, dan tanggung jawab. Inilah cara unik dan menarik kami membuat sekolah menjadi hijau dan cantik. Bagaimana cara Anda? [Ariyani Purwaningsih, Guru SDN Ketajen 2, Gedangan, Sidoarjo]

Tags: