Satgas Covid-19 dan Polres Tulungagung MoU Tangani Penumpang Travel Gelap

Sukaji dan Kapolres Eva Guna Pandia memperlihatkan MoU yang baru mereka tandatangani, Selasa (19/5).

Tulungagung, Bhirawa
Mengantisipasi kepulangan pekerja migran Indonesia (PMI) dengan menggunakan mobil angkutan atau travel gelap, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung melakukan memorandum of understanding (MoU) dengan Polres Tulungagung, Selasa (19/5). Penandatangan nota kesepahaman tersebut dilakukan di Ruang Opsroom Mapolres Tulungagung.
Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia, usai penandatangan MoU mengungkapkan MoU diperlukan untuk menangani para penumpang dan pengemudi travel gelap tersebut. “Saat kami melakukan razia dan ditemukan adanya travel gelap nanti untuk penumpangnya akan dilakukan pengecekan kesehatan oleh gugus tugas dan untuk kendaraannya kami lakukan penindakan tilang,” ujarnya.
Saat ini menurut dia, Polres Tulungagung telah menahan satu mobil travel gelap berpenumpang empat orang asal Trenggalek yang baru-baru ini melintas di wilayah Kabupaten Tulungagung. Keempat penumpang yang merupakan PMI itu kemudian diserahkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung ke Kabupaten Trenggalek.
Selanjutnya Kapolres Eva Guna Pandia menandaskan jika ada warga Kabupaten Tulungagungyang menggunakan travel gelap akan pula dilakukan tindakan. “Setelah diperiksa kesehatannya oleh gugus tugas, bagi yang hasil rapid tesnya negatif harus karantina mandiro selama 14 hari. Sedang yang rapid test positif (reaktif) harus menjalani isolasi di Rusunawa IAIN,” paparnya.
Hal yang sama dikatakan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Sukaji. Menurut dia, saat ini selain mengantisipasi kedatanganan PMI menggunakan travel gelap, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung juga tengah mempersiapkan diri untuk kedatangan PMI legal dan ilegal.
“Untuk (PMI) yang legal saja diperkirakan ada 19.000 yang akan pulang ke Tulungagung. Belum lagi yang ilegal yang kami tidak tahu jumlahnya,” ujarnya.
Sukaji menyatakan semua PMI yang datang ke Tulungagung akan menjalani pengecekan kesehatan sesuai protokol kesehatan Covid-19. “Bagi yang sudah dirapid test di negara tempatnya bekerja atau di bandara tidak akan dites lagi di Tulungagung,” tuturnya.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Aristianto Budi Sutrisno, mengungkapkan mobil travel gelap yang ditumpangi empat PMI asal Trenggalek nyaris lolos dari razia Polres Tulungagung. Mereka baru terjaring razia polisi di daerah Kecamatan Gondang.
“Menurut pengakuannya mereka jalan dari Surabaya dan lolos dari razia di daerah Ngantru karena melewati jalan tikus. Tetapi mereka tidak lolos ketika berada di daerah Kecamatan Gondang,” bebernya. (wed)

Tags: