Satgas TMMD Kodim Situbondo Kreasikan Elektrolisis Air Hujan sebagai Disinfektan

Forpimda Situbondo mencoba bilik inkubator disinfektan di akses masuk lokasi TMMD 107 di Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, Kamis (26/3).

Situbondo, Bhirawa
Setelah bekerja sama dengan Dinkes Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo dalam penyemprotan disinfektan. Kini Satgas TMMD 107 Kodim 0823/Situbondo kembali menanggulangi penyebaran Covid 19 atau virus corona dengan mendirikan bilik inkubator disinfektan di lokasi TMMD 107, Kamis (26/3).
Bekerja sama dengan komunitas Banyubening yanga dipelopori Anton Sujarwo, mahasiswa UGM dan Dimas Mahasiswa Unej asal Situbondo. Satgas TMMD Kodim Situbondo membangun bilik inkubator disinfektan di akses masuk sasaran TMMD 107, yakni di Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo.
Uniknya, bilik yang terbuat dari tenda plastik dengan alat sensor ini memakai disinfektan kreasi sendiri. Yaitu dengan disinfektan yang terbuat dari air hujan yang telah di proses melalui metode elektrolisis ber-PH 3. Sehingga dapat digunakan sebagai disinfektan pembunuh kuman. “Cairan disinfektan yang kami gunakan ini bukan seperti biasanya. Melainkan menggunakan elektrolisis air hujan,” kata Komandan Kodim (Dandim) 0823/Situbondo, Letkol Inf Akhmad Juni Toa.
Akhmad menjelaskan jika cairan ini sangat murah dan mudah didapat. Karena bahan dasarnya menggunakan elektrolisis air hujan. Bahkan disinfektan dari elektrolisis air hujan ini diklaim memiliki kemampuan sama dengan disinfektan yang terbuat dari etanol dan sodium hipoklorit (pemutih). “Ada sebuah penelitian yang menyatakan PH air di bawah 3 (tiga), maka hasilnya akan membunuh kuman. Dan setara dengan alkohol 70 persen,” jelasnya.
Masih kata Akhmad, kelebihan lain dari air elektrolisis ini adalah tidak mudah terbakar seperti alkohol. Sehingga lebih aman buat kulit dan harganya sangat ekonomis. “Disinfektan ini sangat mudah didapat dan nilai ekonomisnya sangat terjangkau,” ungkapnya.
Akhmad menambahkan, bilik inkubator disinfektan ini juga sangat sederhana. Tapi tetap berguna bagi penanggulangan wabah virus corona. Bahkan bilik inkubator disinfektan ini telah dicoba oleh Forpimda setempat saat melalukan kunjungan di sasaran program TMMD 107.
“Personel Satgas maupun warga yang memasuki lokasi TMMD harus melewati bilik inkubator disinfektan dulu. Hal itu guna pencegahan terhadap merebaknya virus corona,” pungkasnya.[bed.awi]

Tags: