Satlantas Kirim Surat Teguran ke Rumah Pelanggar Lalin

DSCN8391Surabaya, Bhirawa
Maraknya pelanggaran lalu lintas (lalin) yang dilakukan pengguna jalan, membuat Satlantas Polrestabes Surabaya menerapkan kebijakan baru. Adapun kebijakan itu direalisasikan lewat Program Simpatik Delivery, dengan upaya mengirim surat teguran dan brosur himbauan tertib lalu lintas ke rumah pelanggar Lalin.
Bertempat di Taman Bungkul Surabaya, Satlantas Polrestabes Surabaya meresmikam Program Simpatik Delivery, Senin (15/12). Diikuti ratusan personil Polantas dan petugas kantor pos, penjabaran program ini dipandu langsung oleh Kasatlantas Polrestabea Surabaya AKBP Radyian Kokrosono.
Selaku pimpinam apel, Radyian menjelaskan, melaluli program ini, pihaknya memberikan layanan prima bagi masyarakat terkait pelanggaran lalu lintas. Dengan tindakan preventif, petugas dilapangan hanya memberikan teguran pada pelanggar lalin.
“Setiap pelanggaran ringan, akan diberikan teguran secara tertulis. Dan akan dikirim langsung ke rumah pelanggar, melalui jasa kantor pos,” terang AKBP Radyian Kokrosono usai launching Program Simpatik Delivery, Senin (15/12).
Adapun teknis pelaksanaan program ini ialah anggota yang menemukan pelanggaran, akan memotret identitas pelanggar, baik SIM atau STNK. Kemudian dikirim ke mobil pengaduan masyarakat, dan diteruskan ke kantor pos. Lanjut Kasat, petugas kantor pos akan mengirimkan surat teguran itu sesuai alamat si pelanggar.
Menurut Kasat, program ini tercipta dari Operasi Citra Semeru 2014 oleh Satlantas Polrestabes Surabaya. Sebenarnya, Operasi Citra Semeru ini sudah berjalan beberapa hari yang lalu, sampai empat hari kedapan. Sementara, untuk Program Simpatik Delivery akan berjalan selama delapan hari kedepan.
Selama delapan hari pelaksanaan Simpatik Delivery, Radyian menghimbau seluruh anggota Polantas agar melakukan tindakan secara preventif pada pelanggar. Adapun jenis pelanggaran ringan yang mendapat teguran simpatik, diantaranya tidak menyalahkan lampu pada siang hari dan tidak mengunci klik pengaman pada helm.
“Untuk jenis pelanggaran marka jalan dan tidak menggunakan helem, tetap kami tindak tegas sesuai aturan hukum,” tegasnya.
Adapun target dalam operasi ini, Radyian mengaku target utamanya adalah mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalulintas (Kanseltibcarlantas) di Surabaya. Selain itu, guna meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada kinerja profesionalitas anggota di lapangan.
Sementara kelebihan dari program ini adalah, masyarakat tidak perlu repot mencatat data pribadinya sendiri. Melainkan data itu akan difoto oleh petugas dan dikirim langsung ke mobil pengaduan masyarakat, hingga diteruskan oleh petugas kantor pos. “Ini sebagai bukti pelayanan prima bagi masyarakat,” kata Radyian.
Mengenai sanksi atas pelanggaran yang dilakukan, Radyian menegaskan bahwa pelanggar tidak akan dikenakan sanksi. Terhadap pelanggaran ringan, pelanggar akan mendapatkan teguran simpatik. “Kami mencoba menawarkan kepercayaan pada masyarakat, terkait kinerja anggota kami selama di lapangan,” imbuhnya.
Ditambahkan Kasatlantas, teguran simpatik yang dilakukannya bersifat himbauan agar masyarakat tidak melanggar lalu lintas. Selain itu, dengan adanya brosur tertib lalin, dikedepannya masyarakat Surabaya dapat mengetahui pentingnya menaati rambu lalu lintas dan marka jalan. “Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh baik tentang pentingnya kesadaran berlalulintas. Terlebih bagi pengendara roda dua,” tandasnya.
Sebagaimana diberitakan, usai melakukan Operasi Zebra Semeru 2014 serentak. Kini Satlantas Polrestabes Surabaya mengadakan Operasi Citra Semeru 2014, dengan program simpatik delivery. Adapun target operasi ini ialah menciptakan kanseltibcarlantas di Surabaya. Dan memberikan kesadaran tertib lalu lintas bagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. [bed]

Tags: