Satlantas Petakan Titik Rawan Bencana Dijalur Pantura Situbondo

Personil Satlantas Polres saat menunjukkan salah satu titik rawan bencana di jalur pantura Kecamatan Banyuglugur Kabupaten Situbondo Kamis (28/10). [sawawi/bhirawa]

Situbondo, Bhirawa
Jajaran Satlantas Polres Situbondo menyikapi serius menghadapi pergantian dari musim kemarau ke musim penghujan dalam waktu dekat ini. Langkah itu dengan melakukan survey di sepanjang jalur pantai utara (pantura) Kabupaten Situbondo dan melakukan pemetaan titik rawan bencana alam, Kamis (28/10).
Kegiatan survei ini di lakukan mulai dari wilayah Kecamatan Banyuglugur, yang berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo hingga memasuki wilayah Kecamatan Banyuputih yang berbatasan dengan Kabupaten Banyuwangi.

Kasat Lantas Polres Situbondo AKP Anindita Harcahyaningdyah, membenarkan tentang pemetaan yang digelar jajarannya mulai dari perbatasan Kecamatan Banyuglugur hingga kawasan hutan Baluran Situbondo.

“Ya kegiatan survei ini sangat penting sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam. Ini sudah rutn dilakukan setiap menjelang musim penghujan tiba,” ulas Anindita.

Masih kata Anindita, selain itu pihaknya juga akan mempetakan sejumlah spot yang rawan terjadi bencana alam. Misalnya seperti tanah langsor, pohon tumbang atau pun banjir bandang.

“Termasuk juga kita mempersiapkan mitigasi mulai dari proses pemotongan pohon, pembersihan material dan pencegahan ancaman bencana yang lain. Ini untuk menghindari kejadian yang tidak kami inginkan, sewaktu-waktu terjadi” jelas Anindita.

Dari hasil patroli dan pemetaan kemarin, lanjut AKP Anindita, selanjutnya akan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Ini penting, katanya, untuk menentukan langkah antisipatif seperti pemasangan rambu-rambu peringatan, pemotongan pohon, pembersihan material dan penambahan lampu penerangan.

“Dengan dilakukan pemetaan lokasi rawan bencana diharapkan dapat meminimalkan terjadinya resiko. Selain itu untuk keselamatan pengendara yang melintas di jalur pantura Situbondo sehingga tidak sampai terkena dampak bencana alam,” pungkas Anindita. [awi]

Tags: