Satpol PP Awasi PSK Dolly Migrasi ke Sidoarjo

PSK_Ilustrasi_21Sidoarjo, Bhirawa
Berbagai elemen masyarakat di Kab Sidoarjo mengkhawatirkan dampak pasca penutupan Lokalisasi Dolly di Surabaya, pada 19 Juni nanti. Termasuk Satpol PP Sidoarjo sebagai aparat penjaga ketertiban di wilayah Sidoarjo.
Karena dimungkinkan para PSK nya bisa meluber pindah tempat hingga ke Sidoarjo. Ini masuk akal, karena Sidoarjo merupakan daerah paling dekat dengan Surabaya. Kekhawatiran PSK Dolly pindah tempat atau migrasi ke Sidoarjo,  sebab selain bisa menimbulkan masalah social di Sidoarjo juga bisa berpotensi menambah penyebaran HIV/AIDS di Sidoarjo.
Menurut Kepala Bidang Penyidikan dan Penindakan Pol PP Sidoarjo,  Hari Sucahyono SH MSi, migrasi PSK tak bisa dihindari lagi, maka Satpol PP sebagai aparat penjaga ketertiban di Sidoarjo harus mengantisipasi adanya luberan PSK itu. ”Operasi di tempat-tempat yang selama ini dijadikan prostitusi di Sidoarjo itu pasti dilakukan,” ujar Hari, Senin (26/5) kemarin.
Metode operasinya, menurut Hari tak berubah. Tetap seperti Protap yang ada. Bentuk antisipasi lainnya, lanjut Hari, minta pada pemilik Rumah Hiburan Umum (RHU) di Sidoarjo agar tetap beroperasi sesuai dengan izin yang diberikan.
Misalnya, kalau rumah makan ya rumah makan. Kalau RHU izinnya hiburan ya harus hiburan. Jangan sampai disisipi dengan PSK. Misalnya, bila tempat karaoke jangan menyediakan pemandu lagu (PL). Juga kalau tempat pijat ya tetap beroperasi tempat pijat, jangan ada niatan untuk menyusupi prostitusi.
”Kalau sampai dilanggar itu sudah termasuk telah menyalahi aturan,” tegas Hari.
Untuk pengawasan, kata Hari, harus dilakukan secara berkala. Kalau tidak keberadaan PSK luberan dari Gang Dolly ini bisa-bisa akan semakin tak terkendali di Sidoarjo.
Hari  tidak memungkiri kekhawatiran melubernya PSK Gang Dolly ke Sidoarjo itu, karena akan semakin menambah peluang orang Sidoarjo kena penyakit HIV/AIDS. Hari khawatir, hingga kini posisi Sidoarjo berada pada urutan terbanyak ke-5 di Jatim untuk jumlah predikat orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Sementara informasi yang didapat dari Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Sidoarjo, per Desember 2013 kemarin, jumlah kasus HIV/AIDS di Sidoarjo tercatat sebanyak 1.079 kasus. [ali]

Tags: