Satpol PP Kabupaten Tulungagung Segel Toko Swalayan Dekat Pasar Rakyat

Keterangan Foto: Satpol PP Kabupaten Tulunaggung melakukan penyegelan pada toko swalayan berjaringan yang dekat dengan pasar rakyat di Kecamatan Kauman, Selasa (12/1).

Tulungagung, Bhirawa
Satpol PP bersama sejumlah OPD terkait di antaranya DPMPTSP, Disperindag dan Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Tulungagung, Selasa (12/1), melakukan penyegelan toko swalayan berjaringan yang berdekatan dengan pasar rakyat. Penyegelan dilakukan berdasar hasil keputusan hearing bersama Komisi C DPRD Tulungagung pekan lalu.

“Penyegelan menindaklanjuti hasil hearing bersama Komisi C DPRD Tulungagung untuk melakukan penutupan pasar modern berjaringan yang berdekatan dengan pasar rakyat pada tanggal 12 Januari 2021,” ujar Kabid Penegakan Perda dan Perbup Satpol PP Kabupaten Tulungagung, Artista Anindya Putra, Selasa (12/1).

Menurut dia, toko swalayan berjaringan yang disegel merupakan toko swalayan yang melanggar Perda Tulungagung No. 1 Tahun 2018 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Utamanya terkait dengan jarak antara toko swalayan berjaringan dengan pasar rakyat yang seharusnya minimal 1.000 meter.

“Jadi yang kami segel adalah toko swalayan yang jaraknya dengan pasar rakyat kurang dari 1.000 meter atau 1 km. Ada 16 toko swalayan yang melanggar perda,” paparnya.

Anindya Putra selanjutnya menyatakan penyegelan terhadap 16 toko swalayan berjaringan yang melanggar Perda No. 1 Tahun 2018 dan tercatat berlokasi di sembilan kecamatan akan dilakukan sesuai jadwal. “Hari ini kami melakukan penyegelan di tiga titik. Kemudian dilanjutkan besok sesuai jadwal,” tandasnya.

Sebelumnya, ia pun meminta pada manajemen toko swalayan berjaringan yang telah disegel untuk tidak membuka atau mengoperasionalkan tokonya. Masalahnya, ada konsekuensi hukum jika hal itu dilanggar. “Ada pasal-pasal KUHP yang akan kami jeratkan jika melanggar. Seperti KUHP pasal 167, pasal 212 dan pasal 232,” bebernya.

Salah seorang kepala toko swalayan berjaringan yang toko swalayannya disegel di Kecamatan Kauman, Arik Jatmiko, mengatakan jika sudah menutup toko swalayannya sejak Senin (11//1) kemarin. “Operasional terakhir tanggal 10 dan tanggal 11 sudah tidak ada lagi transaksi,” ujarnya.

Saat dilakukan penyegelan oleh Satpol PP Kabupaten Tulungagung, semua toko swalayan terlihat sudah tidak beroperasional lagi. Para karyawan yang tetap masuk kerja hanya mendata barang-barang yang ada di dalam toko. “Rencananya dalam waktu tiga atau mepat hari kedepan semua barang sudah dipindahkan,” sambung Arik Jatmiko.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Tulungagung, Asrori, mengapresiasi tindakan Satpol PP dan OPD terkait Pemkab Tulungagung yang telah melakukan penyegelan toko swalayan berjaringan yang melanggar perda. Ia berharap tidak ada lagi toko swalayan berjaringan yang jaraknya berdekatan dengan pasar rakyat.

“Ini merupakan upaya untuk melindungi para pedagang di pasar rakyat, apalagi sudah ada perdanya. Maka dari itu perda harus ditegakkan. Bagi yang telah disegel harus tutup atau bisa relokasi ,” tuturnya. (wed)

Tags: