Satpol PP Mojokerto Gencar Razia Hiburan Malam – Hotel

5-IMG-20140416-01756Kota Mojokerto, Bhirawa
Satpol PP Kota Mojokerto gencar merazia dan memperketat pemantauan terhadap keberadaan sejumlah tempat hiburan malam di wilayahnya. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi penutupan Lokalisasi Dollly di Surabaya yang dikawatirkan berdampak melubernya PSK Dolly ke Kota Mojokerto.
Dikhawatirkan para PSK itu migrasi dari beberapa lokalisasi asal Kota Pahlawan Surabaya termasuk dari Dolly ke kota yang hanya memiliki dua kecamatan ini.  Dari hasil razia yang dilakukan belum lama ini, Satpol PP mengamankan beberapa PSK.
”Jadi jelang penutupan Dolly kita akan memanggil pengusaha cafe, karaoke, panti pijat dan hotel untuk dibreefing soal Tibum (Ketertiban Umum). Ini sebagai langkah antisipasi jelang penutupan Dolly,” kata Kasatpol PP Kota Mojokerto, Agus Supriyanto, dihubungi Bhirawa kemarin.
Tindakaan ini diharapkan mampu mengantisipasi masuknya PSK  baru. Pengusaha hotel diminta peka bila ada yang mengarah kepada perbuatan asusila. Tamu memang nggak bisa ditebak tapi identitas kan bisa dilihat. Termasuk asusila atau pelacuran,” tambahnya.
Agus menduga wilayahnya akan menerima  limpahan PSK dari Dolly dalam jumlah besar. Walaupun demikian dia optimis kalau mereka bisa diberdayakan menjadi pengerajin yang handal. Kota Mojokerto menjadi kota dengan tujuan paling besar masuknya wanita penghibur dari Surabaya. Kota kecil ini mempunyai lokalisasi yang relatif besar. Itu belum ditunjang dengan banyaknya rumah karaoke dan hotel yang bisa menjadi sarang baru bagi PSK Dolly. [kar]

Tags: