Satu dari Enam Pembalak Hutan Lindung Tertangkap

Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati saat menunjukkan kayu jati hasil jarahan Hartono berserta komplotanya serta Kendaran Truck di halaman belakang Mapolres Tuban. [khoirul huda/bhirawa]

Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati saat menunjukkan kayu jati hasil jarahan Hartono berserta komplotanya serta Kendaran Truck di halaman belakang Mapolres Tuban. [khoirul huda/bhirawa]

Tuban, Bhirawa
Akhirnya, anggota Polsek Grabagan, berhasil mengamankan satu dari tujuh pelaku illegal logging yang melakukan pembalakan kayu jati di wilayah hutan lindung di Kecamatan tersebut. Satu gelondong kayu jati hasil jarahan yang diperkirakan berusia seratus tahun diamankan petugas saat akan dibawa keluar Grabagan.
Seperti diterangkan Kasubag Humas Polres Tuban, AKP Elis Suendayati, sebelum diserahkan ke Polres Tuban. Tersangka Hartono (29) warga Desa Gesikan, Kecamatan Grabagan, di tangkap oleh petugas Polsek Grabagan saat bersembunyi di bawah kendaran truk yang digunakan mengangkut kayu.
Kasus itu sendiri terungkap saat pelaku bersama enam temannya, sedang menjarah kayu jati di petak 22 hutan lindung Desa Gesikan. Namun, saat akan membawa kabur hasil jarahannya dengan menggunakan truk, polisi mengetahui aktifitas melanggar hukum itu.
Di tengah perjalanan, tepatnya di Desa Dermawuharjo, Kecamatan Grabagan, polisi berhasil menghentikan laju kendaraan dan membuat seluruh penjarah hutan kocar-kacir melarikan diri. “Saat di grebeg, enam pelaku lain yang tadinya bersama tersangka Hartono berhasil melarikan diri dengan melompat dari kendaraan. Sementara dia (Hartono) bersembunyi di bawah kabin dan ditangkap petugas,” terang AKP Elis.
Selain mengamankan tersangka, polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa kayu jati sebanyak 3 gelondong dengan panjang masing-masing empat meter dan berdiamter 1 meter, satu truk bernopol S- 8659 -B yang digunakan untuk mengangkut kayu yang berukuran raksasa itu.
Namun, dua gelondong lainnya masih berada di hutan lindung (TKP) dan belum dibawa ke mapolres, karena petugas kesulitan mengangkutnya. “Ada tiga gelondong kayu sebenarnya, lainya masih ada di TKP kawasan hutan lindung,” sambung AKP Elis.
Sementara tersangka Hartono, dan pelaku lain yang masih dalam pengejaran akan dijerat dengan pasal 50 ayat 3 undang-undang RI nomor  41 tahun 1999 tentang kehutanan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. [hud]

Tags: