Satu Hari Lagi, Covid-19 di Jatim Terkendali

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker untuk mencegah penularan Covid-19 kembali meluas di Jatim.

Jika Rate of Transmision Tetap di Bawah 1
Pemprov, Bhirawa
Upaya pengendalian Covid-19 di Jatim terus menunjukkan progress yang positif. Hal itu ditandai dengan rendahnya tingkat penularan atau rate of transmission (RT) Covid-19 di Jatim telah bertahan di bawah angka 1.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, RT Covid-19 di Jatim telah dibawah angka 1 dan sudah bertahan selama 13 hari. Jika satu hari lagi RT tetap di bawah 1 maka Jatim sesuai ketentuan WHO, telah dapat mengendalikan Covid-19. Kasus aktif di Jatim lebih rendah dari Jawa Tengah, Jabar, DKI Jakarta maupun Banten. “Sesuai ketentuan WHO selama 14 hari RT di bawah 1 maka Covid-19 sudah terkendali,” tutur Gubernur Khofifah di sela penyerahan bantuan di Kota Blitar, Minggu (4/9).
Kendati mulai terkendali, Khofifah berpesan agar protokol kesehatan tetap menjadi perhatian utama. Harus tetap menggunakan masker, menghindari kerumunan serta mencuci tangan menggunakan masker, menghindari kerumunan serta mencuci tangan menggunakan sabun. Karena kasus aktifnya semakin sedikit maka penggunaan bed di rumah sakit rujukan Covid-19 semakin longgar. Penggunaan okupansinya bednya sekitar 39 persen.
“Tapi meskipun longgar, jangan beranggapan bahwa tidak perlu menggunakan masker karena kalau sakit akan terlayani. Tolong jangan ada yang berpikir seperti itu,” jelas Khofifah. Mantan menteri Sosial RI tersebut juga mengapresiasi pengendalian Covid-19 di Kota Blitar. Sebab, sejak dua hari ini tidak ada lagi kasus aktif di Blitar.
Tercatat per 3 Oktober, jumla kasus aktif atau jumlah pasien Covid-19 dalam perawatan di Jatim tinggal 3.302 kasus atau 7,4 %. Sedangkan angka kesembuhan mencapai 38.087 atau 85,3 % dari total kasus kumulatif sebanyak 44.649 kasus konfirmasi.
Khofifah menjelaskan, dampak Covid-19 saat ini tidak hanya menyerang ke pernafasan, melainkan juga ke dapat mengakibatkan penggumpalan darah. Oleh karena itu, yang sehat jangan sampai tertular dan yang positif segera menghubungi layanan kesehatan. Jangan beranggapan bahwa Covid-19 akan sembuh sendiri. “Semakin cepat ditesting, semakin cepat ditracing dan semakin cepat dilakukan treathment maka semakin sembuhnya,” jelas gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.
Khofifah mengakui, dalam situasi seperti ini masih ada juga masyarakat yang tidak percaya dengan Covid-19. Mengatakan Covid-19 sebagai konspirasi. “Ini terjadi di 215 negara. Maka kehati-hatian kita harus tetap dijaga,” ungkap dia.
Sementara itu, Anggota Satgas Kuratif Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril menambahkan, tingkat penularan di Jatim hingga 3 Oktober mencapai 0,95 dan berpotensi akan turun kembali per tanggal 4 Oktober. Maka sesuai ketentuan WHO, kondisi tersebut dapat dikatakan telah terkendali. “Kemungkinan besar akan turun lagi karena jumlah penambahan kasusnya menurun,” jelas dia.
dr Jibril mengaku pergerakan data Covid-19 dinamik. Jika terjadi penambahan kasus di atas 350 per hari maka kemungkinan akan meningkat lagi. “Misalnya dalam satu daerah ada penambahan signifikan, maka indikasinya di situ ada klaster penularan baru. Tapi kalau penambahannya landai, status daerah masih aman,” pungkas dia. [tam]

Tags: