Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Nganjuk ”Bredel” Spanduk Liar

Petugas Satpol PP Pemkab Nganjuk melakukan razia spanduk tak berijin atau ijin pemasanganya telah kadaluwarsa.(ristika/Bhirawa)

Nganjuk,Bhirawa
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nganjuk merazia ratusan spanduk ilegal dan habis masa pasangnya di sejumlah titik di wilayah Kota Nganjuk, Senin (27/1) kemarin. Karena keberadaan sarana promosi itu mengganggu keindahan kota dan banyak yang sudah habis masa ijinnya.
Kepala Satpol PP Kabupaten Nganjuk, Drs Abdul Wakhid, menyebutkan razia digelar mulai dari Jl Ahmad Yani Nganjuk Kota, sampai di Jl. Yos Sudarso. Selain itu juga di Jl Veteran, Panglima Sudirman dan titik-titik lain yang cukup strategis dan menjadi cermin perwajahan kota. “Razia kami gelar bekerjasama dengan BPPT (Badan Pelayanan Perizinan Terpadu). Spanduk dan media iklan yang diturunkan adalah yang diketahui melanggar, baik dari sisi perizinannya dan penempatan,” ungkap Abdul Wakhid kepada Bhirawa.
Abdul Wakhid juga menjelaskan, semua spanduk, baliho, dan banner yang diturunkan kemudian di bawa ke Kantor Satpol PP di Jl. Kartini. Upaya itu, kata Abdul Wakhid, mengingat adanya kemungkinan pemilik kembali mengambil spanduk mereka.
Abdul Wakhid menambahkan pula, dari proses razia diketahui banyak diantara spanduk dan media iklan lain yang disita petugas Satpol PP telah habis masa berlakunya. “Rata-rata sudah kedaluwarsa atau habis berlakunya dan tidak diperpanjang. Tetapi ada juga yang karena lokasi pemasangan tidak sesuai ketentuan dan mengganggu keindahan dan kerapian lingkungan kota,” ujarnya.
Dari pantauan Bhirawa, di wilayah Kota Nganjuk dan sekitarnya memang banyak terpasang spanduk yang semrawut. Bahkan spanduk ukuran besar terpasang dekat trafficlight Jl Ahmad Yani, sehingga sangat mengganggu keindahan. Selain itu tidak jarang kain spanduk yang telah lama dan habis masa ijinnya dibiarkan begitu saja hingga kumal dan robek-robek tetap menggantung diatas jalan.
Lebih parah lagi, sejumlah baner yang dipasang di pohon-pohon penghijauan ditepi jalan dipastikan tidak memiliki ijin. Terutama, baner iklan makanan dan warung-warung yang banyak bermunculan di Jl Yos Sudarso. Oleh petugas Satpol PP, baner-baner yang tertancap di pohon tanpa kompromi langsung dicopot dan dimasukkan truk pengangkut. Pemilik warung yang mengetahui baner promisi miliknya dicopot Satpol PP memilih diam dan membiarkan dibawa. “Ya biarkan saja baner dibawa Satpol PP, daripada nanti urusannya panjang,” tutur pemilik warung bakso di Jl Yos Sudarso.(ris)

Tags: