SD Mudipat Terapkan Belajar Secara Daring

Wakil Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4 Pucang, Surabaya, Aliyatus Zakiyah, menyiapkan Hand Moisturizer Gel di ruangannya untuk membersihkan tangan agar selalu tetap bersih. Agar terhindar dari penularan Virus Corona.

Antisipasi Penularan Virus Corona, Dinas Pendidikan Terbitkan SE Liburkan Sekolah
Surabaya, Bhirawa
SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang, Surabaya menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Drs Supomo MM, tentang pemberitahuan agar para siswa belajar di rumah masing-masing. SD Mudipat menyiapkan sistem pembelajaran secara daring atau online selama sepekan.
Pada Hari Sabtu (14/3) lalu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya menerbitkan SE Nomor 420/5519/436.7.1/2020, yang ditujukan kepada Kepala SD/MI, Kepala SMP/MTs, Pimpinan PKBM, Pimpinan LKP Negeri dan Swasta se Kota Surabaya. Intinya, agar para kepala sekolah mengarahkan para siswanya untuk libur sejak Hari Senin (15/3) hingga Sabtu (21/3), dan para siswa tetap diberikan tugas untuk dikerjakan di rumah.
Hal ini, untuk mengantisipasi mewabahnya Virus Corona atau Covid-19 di tanah air. Bahkan, sejumlah kegiatan belajar di luar sekolah juga ditunda hingga situasi kondusif. Maka sejumlah guru SD Mudipat Surabaya, menyiapkan materi belajar mengajar secara online di Laboratorium komputer sekolah.
Menurut Kepala SD Mudipat Surabaya, Ustadz M Syaikhul Islam, sejak awal mewabahnya virus Corona pihaknya sudah mengantisipasi penyebaran virus di sekolah. Berbagai macam imbauan termasuk juga maklumat – maklumat dishare kepada orang tua melalui Grup WA setiap kelas. Dan seluruh wastafel sekolah disediakan sabun dan anti septik dan ditaruh di berbagai kelas dan ruangan-ruangan lain.
“Menindaklanjuti imbaun ini, maka kami selama sepekan ini juga mentaati dengan melakukan sistem pembelajaran secara daring atau online,” katanya, Minggu (15/3) kemarin.
Ustadz Icool-sapaan akrab Kepala SD Mudipat, kini para guru SD Mudipat Surabaya tengah menyiapkan bagaimana proses pembelajaran secara daring. Berbagai mata pelajaran akan disampaikan melalui grup – grup whatsapp yang ada di setiap kelas, media tv channel youtube, laman Mudipat.co, yang bisa diakses oleh orangtua maupun anak-anak secara real time.
“Jadi kami mempunyai cukup media untuk melakukan pembelajaran secara daring ini. Alhamdulillah hari ini kami sudah menyiapkan dan besok (Senin, hari ini, red) akan kami implementasikan,” jelas Ustadz Icool.
Ustadz Icool juga berharap, meskipun proses belajar mengajar dilakukan tanpa tatap muka, mutu dan pendidikan yang dijalankan tidak akan berkurang. Sedangkan untuk guru tetap masuk, hanya saja jam bekerja dirampingkan.
“Masuknya agak disiangkan sedikit yakni mulai pukul 07.30 hingga 13.00 WIB. Biasanya kan pukul 06.45 hingga 15.45 WIB. Ini agak dirampingkan waktu kerja mereka, karena ini juga imbauan dari Dinas Pendidikan,” tandasnya. [fen]

Tags: