SD Muhammadiyah 24 Surabaya Launching 24 Movie Series Bintang Karakter

Digelar Nobar dan Open Casting Diikuti Siswa untuk Episode Selanjutnya
Surabaya, Bhirawa
SD Muhammadiyah 24 Ketintang Surabaya, Senin (29/3) kemarin, melaunching dan Nobar 24 Movie Series Bintang Karakter The Series Episode 1 berjudul Bersyukur. Selain itu juga digelar Open Casting dalam serial Bintang Karakter The Series Episode 2 berjudul Santun dan Pendengar yang Baik, diikuti seluruh siswa kelas In hingga kelas VI.
Menurut Kepala SD Muhammadiyah 24 Surabaya, Ustadzah Norma Setyaningrum SPd, launching dan Nobar Film 24 Movie Series Bintang Karakter The Series Episode 1 yang juga diikuti open casting ini merupakan rangkaian kegiatan di masa pandemi Covid 19 saat ini, tujuannya agar para siswa tidak patah semangat dan terus berkreasi, maka dibuatlah Film 24 Movie Series Bintang Karakter.
Ustadzah Norma menjelaskan, film 24 Movie Series Bintang Karakter The Series ini sesuai dengan kurikulum khas SD Muhammdiyah 24 Surabaya, yaitu mengangkat Karakter Cinta Allah dengan segala ciptannya dengan tema Bersyukur.
“Nah, kami sengaja launching film ini bertepatan dengan Peringatan Hari Film Nasional yang jatuh pada tanggal 30 Maret besok (hari ini, red). Ini menyambut peringatan Hari Film Nasional dengan Launching 24 Movie Series Bintang Karakter, sekaligus audisi untuk talent – talent film episode 2 dan episode ke 3, serta episode selanjutnya. Sebab film 24 Movie Series ini tidak berhenti di episode ini saja tetapi ada seri kelanjutannya. Dan talent – talent yang casting hari ini untuk membintangi film episode selanjutnya,” jelas Ustadzah Norma.
Ustadzah Norma juga memaparkan, pembuatan film 24 Movie Sesries Bintang Karakter ini untuk meningkatkan minat dan bakat para siswa dalam dunia perfilman, diantara bidang akting yang mungkin masih asing bagi para siswa. Dan memang ada beberapa kendala dalam shooting atau pengambilan gambar film ini, sebab para siswa yang cenderung natural atau lebih pada apa adanya, sehingga sutradaranya Ismail Shaleh dan tim produksi lainnya agak kesulitan ketika mengarahkan para siswa saat shooting.
“Karena anak – anak cenderung natural. Jadi tergantung mood mereka, kalau mood nya baik maka proses produksinya lebih cepat, tetapi kalau mood anak – anak kurang baik maka pengambilan gambar perlu berkali – kali, sehingga anak – anak jadi bosan. Tetapi hal itu menjadi tantangan buat kami dan tim produksi bersama sutradara dalam pengambilan gambar,” tandasnya.
Dalam Episode Bersyukur ini, Altaf Naqila, siswa kelas I, yang berperan sebagai Lana dan Delisa Almeera Shanum, siswa kelas I, yang berperan sebagai Lani. Kedua siswa ini berperan sebagai kakak beradik, sedangkan ibunya diperankan Ustadzah Neneng Suliyan. Episode bersyukur menceritakan dua kakak beradik Lana dan Lani yang harus makan dengan lauk tahu tempe, karena kondisi keuangan orang tuanya yang tidak mampu untuk membeli lauk pauk yang mewah.
Sementara itu, Altaf dan Delisa mengaku senang, bisa ikut membintangi film episode Bersyukur. Menurut Altaf dan Delisa, membintang sebuah film itu menyenangkan dan seru. Dan bisa mengerti dan apa bersyukur sesuai dengan judul film episode I 1. ”Wah, pokoknya seru dan menyenangkan dalam proses pembuatan Film berjudul Bersyukur ini. Saya ingin membintangi episode selanjutnya, maka saya ikut casting lagi. Ini pengalaman baru yang menyenangkan,” kata Delisa yang bercita – cita menjadi bintang film ini. [fen]

Tags: