SD Musix Gelar Pelatihan Branding kepada Kepala Sekolah TK se-Surabaya

Kepala SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya, Ustadz Munahar berfoto bersama dengan Kepala Sekolah TK Al Uswah 2 dan Kepala TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 2, selaku Sekolah Mitra yang mendapatkan apresiasi berupa HP OPPO A15. Karena alumnusnya terbanyak meneruskan jenjang belajarnya di SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya. [sufendhi dimyati]

Juga Diberikan Apresiasi kepada Sekolah yang Siswanya Terbanyak Masuk SD Musix
Surabaya, Bhirawa
Sebanyak 20 Kepala TK (Taman Kanak – kanak) se Surabaya mengikuti pelatihan branding sekolah TK yang digelar SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung Surabaya, Kamis (10/12) kemarin, di Hotel Amaris, Jl Margorejo, Surabaya. Selain memberikan pelatihan branding, juga diberikan apresiasi kepada sekolah mitra dan satu atap kepada Kepala Sekolah TK yang alumnusnya terbanyak melanjutkan sekolah di SD Musix.
Menurut Kepala SD Musix, Ustadz Munahar SPd yang juga narasumber dalam pelatihan branding sekolah TK, sebetulnya tujuan kegiatan ini merupakan salah bentuk silaturahim kepada para Kepala Sekolah TK di Surabaya. Selain itu, juga sharing beberapa materi training, sehingga sayang kalau tidak dishare kepada para Kepala Sekolah TK yang membutuhkan ilmu bagaimana membranding sekolah agar dikenal dan diminati masyarakat, sehingga banyak orang tua wali murid yang menyekolahkan anaknya di sekolah TK yang sudah dikenal karena keunikannya dan perbedaannya dibandingkan sekolah – sekolah lainnya.
“Kami mempunyai beberapa materi training sehingga eman bila tidak dishare kepada teman – teman Kepala Sekolah TK. Dan saya yakin ilmu – ilmu cara membranding sekolah agar sekolah itu mempunyai perbedaan, sehingga lebih diminati orang tua wali murid ini sangat dibutuhkan para kepala sekolah TK,” jelas Ustadz Munahar, ketika ditemui usai pelatihan.
Ustadz Munahar menjelaskan, materi – materi yang diberikan kepada para Kepala Sekolah TK. Diantaranya, bagaimana para Kepala Sekolah TK ini bisa membuat diferensiasi atau perbedaan dari sekolahannya, sehingga itu nantinya yang membedakannya dengan sekolah lain. Hal ini menjadi penting, kemudian diikuti dengan strategi marketing bagaimana memperkenalkan sekolah kepada warga masyarakat yang akan menyekolahkan anak – anaknya.
Dan salah satu media untuk memperkenalkan atau memasarkan sekolah kepada calon murid dan orang tua wali murid adalah bagaiamana memanfaatkan tehnologi dan media massa. Nah, dengan media massa ini bagaimana pihak sekolah bisa membangun hubungan yang harmonis dan hangat, sehingga antara pihak sekolah dan media, baik media cetak, media elektronik yakni televise, radio atau media online ini bisa saling mensuport.
Ketika ditanyakan, permasalahan sekolah TK saat pandemi Covid 19 ini diantaranya apa? Ustadz Munahar menjelaskan, memang pandemi Covid 19 ini merupakan musibah bersama dan memberikan dampak kepada semua lini, bahkan hingga di dunia pendidikan, kepala sekolah yang juga motivator ini menjelaskan, pandemi ini bisa dijadikan peluang dan tantangan bagi sekolah, maka itulah pentingnya untuk terus berinovasi, termasuk sekolah TK. Dan harus terus menyiapkan strategi – strategi agar bisa terus memberikan pelayanan, sehingga pembelajaran tetap terus bisa diberikan dengan baik, itulah yang ditunggu para orang tua.
Meskipun semua menyadari pembelajaran harus melalui Daring, sehingga ada unsur jenuh dari para orang tua wali murid, tetapi karena hal ini dialami oleh semuanya maka harus mau menerimanya. Tetapi ada kemungkinan pada semester genap pada Januari 2021 mendatang ada wacana dimulainya Pembelajaran Tatap Muka (PTM), meskipun masih menjadi perdebatan karena trend dari penularan Covid 19 masih naik turun. Tetapi muda – mudahan trend penularannya semakin menurun sehingga PTM benar – benar bisa dimulai awal tahun 2021.
Sementara itu, salah satu peserta, Kepala TK Aisyiyah II Gadung, Ustadzah Noerul Sahimah, ketika ditanya tanggapannya terkait pelatihan branding yang diberikan SD Musix, menyatakan sangat bagus sekali. Memang TK Aisyiyah II Gadung belum mempunyai branding yang bagus, tetapi sudah mewacanakan untuk membranding sekolahan dengan story telling, dan ternyata juga menarik minat para orang tua untuk mendaftarkan putra – putrinya di TK Aisyiyah II Gadung, tetapi ke depannya pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Ustadz Munahar, agar branding sekolahan benar – benar bisa menjadi pembeda dari sekolah TK lainnya, agar bisa menarik minat orang tua untuk mendaftarkan anak – anaknya.
Sementara itu, terkait pendaftaran siswa baru di TK Aisyiyah II Gadung, Ustadzah Noerul mengaku telah terpenuhi kuotanya. ”Alhamdulillah, sejak dibuka pada awal Bulan November lalu hingga Bulan Desember ini. TK Aisyiyah II Gadung telah mendaftar 35 siswa dari kuota sebanyak 40 siswa. Artinya, meskipun masih ada pandemi Covid 19 tetapi pendaftarnya masih banyak, walaupun memang kami akui berkurang yang mendaftar,” jelas Ustadzah Noerul. [fen]

Tags: