SD Musix Surabaya Berhasil Meraih Juara I

Aisyah Zaskia Ramadhani, Moreno Septian Ramadhan, M Rifqi Safriansyah, dan Nazwa Adiba Moza saat melakukan formasi dalam latihan rutin di lapangan SD Muhammadiyah 6 Gadung, Surabaya. [trie diana]

Kompetisi Pencak Silat Tapak Suci Virtual Internasional Digelar UMS
Surabaya, Bhirawa
SD Muhammadiyah 6 (Musix) Gadung, Surabaya berhasil meraih juara dalam lomba Pencak Silat Tapak Suci yang digelar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Juara I untuk katagori tangan kosong dipersembahkan Aisyah Zaskia Ramadhani (kelas VI B), sedangkan juara II katagori beregu menggunakan senjata dipersembahkan Moreno Septian Ramadhan (kelas V C), M Rifqi Safriansyah (kelas V A), Nazwa Adiba Moza (kelas VI B), Sabrina Ramadhani Anam dan Haniya Almahyra.
Lomba Pencak Silat Tapak Suci Virtual Tingkat Internasional antar Pimpinan Daerah (Pimda) dan Persatuan Wilayah (Perwil) Luar Negeri, digelar tanggal 28 – 29 November lalu. SD Musix Surabaya mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya. Dan sebanyak 345 peserta dari 69 kontingen berasal dari lima Negara berpartisipasi dalam lomba yang digelar secara virtual ini. Selain diikuti peserta dari Negara Indonesia sendiri, Lomba Pencak Silat ini juga diikuti Negara Pakistan, Sudan, Mesir dan Cekoslovakia.
Menurut Kepala Kesiswaan SD Musix Surabaya, Ustadzah Puspitawati SPd, para siswanya ini mengikuti lomba berawal dari adanya pengumuman kegiatan lomba pencak silat internasional. Maka pihak Organisasi Pencak Silat Tapak Suci Kota Surabaya ditunjuk untuk mewakili Kota Surabaya dalam kategori lomba seni Pencak Silat Tapak Suci dengan menggunakan senjata, sedangkan kategori tak menggunakan senjata alias tangan kosong mewakili Bangkalan. Pasalnya, Bangkalan tak mempunyai perwakilan, makanya SD Musix Surabaya ditunjuk untuk mewakilinya.
“Setelah tahu perlombaannya, para siswa ini berlatih terus setiap minggu tiga kali mulai Hari Rabu, Jumat dan Sabtu. Dan khusus Hari Sabtu ditekankan gerakannya dan kekompakan,” terang Ustadzah Puspita-sapaan akrabnya.
Sedangkan para siswa yang ditunjuk untuk ikut yakni kategori beregu bersenjata Moreno Septian Ramadhan, M Rifqi Safriansyah, Nazwa Adiba Moza, Sabrina Ramadhani Anam dan Haniya Almahyra. Dan untuk katagori tunggal dengan tangan kosong diwakili Aisyah Zaskia Ramadhani.
Ustadzah Puspita menjelaskan, setelah anak – anak kompak dibawah asuhan Pembina Ekstrakurikuler Pencak Silat, Coach Wiwit Supriyadi dan Coach Totok, dilakukan perekaman para siswa dalam beraksi dan setelah selesai kemudian dikirimkan kepada Tim Juri di UMS.
“Alhamdulillah, ternyata para siswa berhasil meraih juara. Untuk kategori tangan kosong berhasil meraih juara I, sedangkan untuk kategori beregu dengan menggunakan senjata berhasil meraih juara II,” jelas Ustadzah Puspita dengan perasaan syukur.
Sementara itu, Aisyah Zaskia Ramadhani mengaku dirinya merasa bangga bisa meraih juara I. Pasalnya, dirinya tidak menjatuhkan target yang muluk – muluk dalam kejuaraan ini, tatapi ternyata bisa meraih juara I. Dan Aisyah menyatakan sangat bersyukur. ”Alhamdulillah, saya bersyukur bisa berhasil meraih juara I dalam Lomba Pencak Silat Tingkat Internasional yang digelar Universitas Muhammadiyah Surakarta ini. Juara I yang saya raih di masa pandemi Covid 19 ini, saya persembahkan kepada para ustadz – ustadzah dan semua teman – teman, serta semua siswa SD Musix Surabaya. Agar semua keluarga besar SD Musix Surabaya ini tetap semangat dalam proses pembelajaran dan terus berpacu meraih prestasi meski di masa pandemi Covid 19 yang belum juga hilang,” papar Aisyah, ketika ditemui di sela – sela latihan yang digelar di sekolah. [fen]

Tags: