SDIT Nurul Hikmah Juara Virtual Robocup Asia Pasific

Richie Zhafran Zakiy Lovtyto dan Izzdihar Mekkah Al Multazam sedang memperagakan presentasi dan robot virtualnya. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Prestasi siswa SD Islam Terpadu (SDIT) Nurul Hikmah Sidoarjo patut dibanggakan, karena berhasil menorehkan prestasinya di tingkat dunia. Richie Zhafran Zakiy Lovtyto dan Izzdihar Mekkah Al Multazam, keduanya siswa kelas IV berhasil meraih prestasi dalam International Cospace Online Challenge Icoolchallenge @Virtual Robocup 2020.
Richie Zhafran Zakiy Lovtyto berhasil menyabet lima juara dalam kategori CoSpace Grand Prix Challenge First Steps U12. Yakni behasil menjadi Juara I People Choice Session, Juara I Moat Popular Video Session 4, Juara II Community Awarennes, Juara III Most Educational Video, dan sebagai Juara III Best Presentation Award.
Sedangkan Izzdihar Mekkah Al Multazam berhasil meraih reward kemenangan Best Teame Spirit atau Kemampuan Strategis dalam tim Robotic, diajang Virtual Robocup Asia-Pasific 8-12 Oktober 2020. RCAP CoSpace Grand Prix FirstSteps U12.
Menurut Kepala SDIT Nurul Hikmah Sidoarjo, Khofia Ladiakara SPsi, saat mendampingi kedua siswa berprestasi itu, karena keduanya berprestasi Insya Allah tanggal 14 hingga 15 November 2020 mendatang akan mengikuti Kejuaraan Wonderfull Indonesia Robot Challenge (WIRC) di Jatim Park 3
Khofia menjelaskan, untuk memfokuskan kemampuan siswanya memperdalam teknologi ini pihak sekolah sudah menempatkan materi robotik pada jam Ekstra kurikuler. Konsepnya, guru ektranya memilih sendiri siswanya yang sesuai dengan kemampuan saat siap masuk di jam ekstra itu.
Maka dalam melihat ketelitian, keseriusan dan kemampuan siswa, maka terpilihlah sebanyak 11 siswa. Mereka dari kelas III dan IV untuk kelas ekstra kurikuler robotik ini. ”Kami berharap, para siswa yang sudah terpilih ini akan mampu menciptakan robot yang bermanfaat bagi masyarakat,” harap Khofia.
Sementara itu, Cospace Robocup 2020 yang digelar secara virtual pada 8 hingga 12 Oktober 2020 kemarin ini, diikuti 600 pelajar SD hingga Mahasiswa dari 25 negara Asia Pacific. (Indonesia, Singapura, China, Taiwan, India, Jepang, Brazil, Rusia, Iran, Australia Korsel, Hongkong, UEA).
“Dan tujuan dari lomba ini sendiri, untuk menyatukan komunitas pencinta robot dunia,” tutup Khofia Ladiakara. [ach]

Tags: