SDM RSUD Dilatih Padamkan Kebakaran

Dirut RSUD Sidoarjo, Atok Irawan, juga ikut berlatih mencegah kebakaran secara dini.

Dirut RSUD Sidoarjo, Atok Irawan, juga ikut berlatih mencegah kebakaran secara dini.

Sidoarjo, Bhirawa
Antisipasi kebakaran di RSUD Sidoarjo membuat RS dipimpin Dirut, dr Atok Irawan itu, tiap tahun selalu menggelar pelatihan kepada jajaran managemennya untuk bisa melakukan pencegahan kebakaran secara dini. Akhir pekan lalu, seluruh jajaran managemen RSUD mulai Dirut sampai staf, mendapat pelatihan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dari petugas PMK Sidoarjo, di lapangan parkir RSUD Sidoarjo.
”Semua SDM di RS harus paham penggunaan APAR, tidak hanya teman yang tugasnya memang memadamkan kebakaran saja, tapi manajemen juga kita berlatih, mereka harus paham menggunakan APAR, jangan sampai karena panik jadi kaget dan bingung saat menggunakannya,” kata Dirut RSUD Sidoarjo, Atok Irawan, disela-sela mengikuti pelatihan itu bersama jajaran managemen.
Mencegah kebakaran di RSUD harus dipikirkan. Kata Atok, karena disana terdapat ratusan pasien rawat inap yang harus dilindungi keselamatannya saat terjadi kebakaran. Karena itu di RSUD, selain memberi bekal pengetahuan SDM nya untuk mencegah secara dini kasus kebakaran, tata ruang di RSUD, kata Atok, juga disetting khusus untuk meminimalisir terjadinya kebakaran.
Misalnya, memisahkan¬† antara ruang rawat inap pasien dengan ruang gizi yang banyak terdapat alat-alat yang berpotensi timbulkan kebakaran. Misalnya alat-alat untuk masak. Juga menjauhkan ruang rawat inap dengan ruang incinerator. ”Alhamdulilah di RSUD tak pernah sampai terjadi kebakaran, pernah sih terjadi konslet genzet tapi bisa secara dini ditangani,” kata dokter spesialis paru itu.
Agar di jajaran manajemen RSUD Sidoarjo tak lupa dalam menggunakan APAR ini, kata Atok, pelatihan seperti ini tiap tahun selalu dilakukan. Jumlah APAR berupa tabung yang beratnya tak sampai 16 kg itu, di RSUD Sidoarjo kata Atok mencapai 140 buah yang ditempat di sejumlah titik. Kondisinya tiap tahun ditera. Supaya tahu isinya, masih ada atau tidak. ”Jangan sampai ketika dipakai untuk memadamkan kebakaran ternyata isinya kosong,” katanya.
Karena di RSUD ada ratusan pasien yang harus diselamatkan saat ada bencana, sehingga SDM di RS Sidoarjo, kata Atok, tiap tahun diberikan ketrampilan dalam penanganan. Tak hanya masalah kebakaran saja, tapi juga bekal ketrampilan menangani bencana lainnya. Maka menurut Atok, juga disiapkan jalur-jalur evakuasi untuk menyelamatkan pasien yang gak bisa berjalan atau berlari.
Kepala Bidang PMK Sidoarjo, Anwar, mengakui selama ini instansi di Pemkab Sidoarjo yang tiap tahun minta pegawainya dilatih mencegah kebakaran secara dini, masih hanya RSUD Sidoarjo. Apa yang dilakukan RSUD, menurut Anwar sudah benar, sebab disana terdapat ratusan pasien yang harus dilindungi keselamatannya apabila sampai terjadi kebakaran.
Menurut Anwar, kebakaran bisa terjadi dimana-mana, karena itu SKPD di Sidoarjo bisa mengajukan permohonan untuk dilatih SDMnya memadamkan kebakaran secara dini. Kalau masih tak mampu baru memanggil PMK Sidoarjo. ”Justru dari pihak swasta malah sudah banyak yang minta dilatih, seperti RS Siti Hajar dan Hotel Sun City,” ujar Anwar yang ditemui saat memimpin¬† langsung pelatihan di RSUD. [ali]

Rate this article!
Tags: