Sebanyak 13 Dekan FK se Jatim Ajak Masyarakat Terapkan 5M dan 3T

Dipimpin oleh Dekan FK Unair Prof Budi Santoso, dr SpOG K, 12 Dekan FK se Jatim nyatakan sikap promotif preventif hadapi pandemu Covid-19.

Surabaya, Bhirawa
Sebanyak 13 Dekan Fakultas Kedokteran se Jatim menyatakan sikap keprihatinan langkah promotif preventif Covid 19 dalam menghadapi pendemi Covid-19.
Para pimpinan FK se Jatim ini yakni FK Universitas Airlangga, FK Universitas Brawijaya, FK Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, FK Universitas Hang Tuah, FK Universitas Negeri Jember, FK Universitas Muhammadiyah Malang, FK Universitas Islam Malang, FK Universitas Katolik Widya Mandala, FK Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, FK Universitas Ciputra, FK Universitas Surabaya, FK Universitas Muhammadiyah Surabaya, dan FK Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Dipimpin Dekan FK Unair, Prof Budi Santoso dr SpOG K, memaparkan pernyataan sikap yang berisi keprihatinan dan duka cita atas meningkatnya kasus Covid 19, yang telah banyak memakan korban jiwa baik dari tenaga kesehatan maupun masyarakat umum di Indonesia.
“Kami juga mengapresiasi dan mendukung seluruh tenaga Kesehatan baik medis maupun non medis yang telah berjuang dalam penanganan kasus Covid 19,” ungkap Prof Budi usai menyatakan sikap secara daring bersama 13 dekan FK lainnya, Sabtu (9/1) lalu.
Dalam pernyataan sikap ini juga, pihaknya mengimbau kepada para tokoh masyarakat untuk tetap menjadi panutan kepada komunitasnya dalam hal pencegahan penularan dan penanganan Covid 19
“Kami juga mendorong kepada masyarakat untuk tetap Waspada dan Disiplin serta senantiasa menerapkan protokol 5M (Memakai Masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Membatasi Mobilitas dan Interaksi),” tegas dia.
Tak hanya itu, pihaknya juga mendukung upaya pemerintah dan mendorong masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam pelaksanaan 3T (Test, Trace, Treat) dan vaksinasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Terakhir, mengimbau kepada seluruh institusi Pendidikan tetap mengutamakan keselamatan peserta didik, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
“Gerakan yang dilakukan 13 Dekan ini merupakan gerakan moral, menyatukan pendapat, yang menjadi sasaran kami adalah tentu masyarakat untuk kita imbau tetap melaksanakan 5M dan 3T,” tegasnya.
Kendati merupakan gerakan moral, dikatakan Prof Budi pernyataan sikap ini diharapkan mampu memberi motivasi agar semua lapisan masyarakat mau melakukan yang terbaik dalam penanggulangan Covid 19.
“Imbauan ini akan disebarkan secara resmi ke berbagai instansi, stake holder, pemuka agama dan tokoh masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Dekan FK Unusa, dr Handayani yang hadir dalam forum Daring ini menambahkan dukungan dan imbauan dari pernyataan para dekan FK ini bukan sesuatu yang membutuhkan gerakan. Sebab, sudah ada lembaga – lembaga yang secara langsung memiliki otoritas dari pemerintah di tiap Provinsi dan Kabupaten untuk menangani Covid 19. Setiap institusi juga telah memiliki satgas Covid.
“Tetapi meskipun sudah diatur sedemikian rupa ternyata kasusnya masih tetap meningkat, bahkan kematiannya tetap tinggi. Sehingga kami merasa perlu untuk menambahi lagi. Istilahnya menambahi power dari apa yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah maupun tokoh-tokoh masyarakat sekarang ini,” pungkasnya. [ina]

Tags: