Sebelum Natal, Tarif Tol Surabaya-Gresik Naik 30-40%

Lalu lintas tol Surabaya-Gresik pada hari kerja, Senin-Jumat padat. Dengan alasan di antaranya untuk mengurai kemacetan,  sebelum Natal pemerintah akan menaikkan tarif tol Surabaya-Gresik hingga 40%.

Lalu lintas tol Surabaya-Gresik pada hari kerja, Senin-Jumat padat. Dengan alasan di antaranya untuk mengurai kemacetan, sebelum Natal pemerintah akan menaikkan tarif tol Surabaya-Gresik hingga 40%.

Jakarta, Bhirawa
Pengguna tol Surabaya – Gresik harus mulai mengkalkulasi pengeluaran untuk biaya  transportasi dalam waktu dekat.  Sebab sebelum 25 Desember,  tarif jalan tol Surabaya-Gresik secara keseluruhan akan naik sekitar 30,33 persen sampai 40 persen atau naik dari Rp 3.000 sampai Rp 8.500.
“Berdasarkan keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 242/KPTS/M/2012 tanggal 13 Agustus 2012 tentang penetapan penyesuaian tarif tol awal dan masa konsesi pengusahaan jalan tol Surabaya-Gresik, kenaikan tarif tol berlaku untuk golongan I sampai Golongan V,” kata Kepala Bidang Pengawasan dan Pemantauan, Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT)  Christian Kornel Sihaloho di kantornya, Rabu (17/12).
Kornel memaparkan, untuk golongan satu tarif lama pada 2012 sebesar Rp 9.000 naik menjadi Rp 12.000 di 2014 atau naik 33 persen dengan besaran naik Rp 3.000. Untuk golongan dua tarif lama pada 2012 sebesar Rp 12.500 menjadi Rp 17.500 di 2014 atau naik 40 persen dengan besaran tarif naik Rp 5.000.
Sedangkan golongan ketiga, sambung Kornel, tarif lama pada 2012 sebesar Rp 18.000 menjadi Rp 23.500 di 2014 atau naik 30,56 persen dengan besaran naik Rp 5.500. Untuk golongan keempat tarif lama 2012 sebesar Rp 22.500 menjadi Rp 29.500 atau naik 31,11 persen dengan besaran naik Rp 7.000. Sedangkan untuk golongan kelima tarif lama 2012 Rp 27.000 menjadi Rp 35.500 di 2014 atau naik 31,48 persen dengan besaran naik Rp 8.500.
Mengenai penerapan, Kornel mengatakan akan disesuaikan dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 643/KPTS/M/2014 tanggal 16 Desember 2014 tentang pemberlakuan tarif tol pada jalan tol Surabaya-Gresik dan berlaku efektif mulai pada Rabu (24/12) pukul 00.00 dini hari.
Kornel  mengatakan bahwa peningkatan pelayanan yang akan didapatkan pelanggan jalan tol Surabaya-Gresik setelah kenaikan tarif adalah berkurangnya volume kemacetan. “Terkait dengan kepuasan pelanggan, tambahan pelanggan pertama tambahan pelayanannya yang jelas jumlah lajurnya bertambah, akibatnya tingkat macetnya berkurang,” kata Kornel.
Usai pengurangan angka kemacetan pada ruas tol tersebut, Badan Usaha Jalan Tol yakni PT Marga Bumi Matra Raya (MBMR) akan meningkatkan pelayanan yang lain. “Kita berusaha meningkatkan pelayanan dan memuaskan pelanggan mengurangi antrean di depan gerbang tol,” tambahnya.
Dia menyebutkan, PT MBMR akan menerapkan Gerbang Tol Otomatis (GTO) pada pintu masuk tol sebagai upaya melerai kepadatan dan juga sebagai upaya membiasakan masyarakat menggunakan transaksi elektrik melalui e-Toll Card. “Untuk itu kita akan mengembangkan GTO, agar masyarakat tertarik menggunakan GTO sejalan dengan penggunaan e-Toll Card,” tutupnya.
Sementara itu PT Marga Bumi Matra Raya selaku operator jalan tol pada ruas Surabaya-Gresik memastikan kenaikan tarif tol yang mencapai sekitar 30,33 persen sampai 40 persen akan meningkatkan pula pendapatan perusahaan.
Direktur Keuangan PT Marga Bumi Matra Raya, Fanny mengatakan kenaikan pendapatan tersebut sebesar 25 persen jika dibandingkan dengan pendapatan sebelum tarif naik. “Kenaikan tarif ini membuat kenaikan pendapatan 25 persen,” kata Fanny di Kementerian PU-Pera kemarin.
Fanny menyebutkan, lalu lintas harian rata-rata (LHR) pada ruas jalan tol Surabaya-Gresik sebesar 75 ribu. Dengan total pendapat per hari sebesar Rp 410 juta per hari. “Kalau satu tahun rata-rata Rp150 miliar dengan biaya operasional sebesar 40 persen,” tambahnya.
Fanny menambahkan, pendapatan PT Marga Bumi Matra Raya lebih banyak didapatkan dari lalu lintas hari biasa, atau pada hari Senin sampai Jumat. Sedangkan pada hari libur seperti Sabtu-Minggu pendapatan tol malah menurun. “Pendapatan Rp 410 juta per hari, itu rata-rata, kalau Senin-Jumat itu ramai bisa sampai Rp 450 juta per hari, kalau Sabtu-Minggu justru sepi, karena kawasan industri,” ujarnya. [ira,ins]

ESTIMASI KENAIKAN TARIF TOL SURABAYA-GRESIK
Golongan    Tarif Lama   Tarif Baru
I                      Rp 9.000      Rp 12.000
II                   Rp 12.500     Rp 17.500
III                 Rp 18.000    Rp 23.500
IV                 Rp 27.000    Rp 35.500
Sumber : Kementerian Pekerjaan Umum

Tags: